hut

Izin Penumpukan Material di Wairterang Dalam Proses

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Izin penumpukan material oleh PT. Bumi Indah di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, yang semula diduga berada di kawasan hutan lindung, sedang diurus.

“Pihak Kehutanan sudah turun ke lokasi dan memastikan, bahwa penumpukan material dilakukan di luar kawasan hutan lindung. Sementara BKSDA Maumere pun sudah turun ke lokasi,” sebut Ridho Djami Bili, penanggung jawab PT. Bumi Indah, Senin (17/6/2019).

Dikatakan Ridho, pihaknya selaku kontraktor pun telah mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka, untuk mengurus dokumen. Namun, DLH Sikka menyarankan mengurus status lokasi tanah ke pihak Kehutanan dan BKSDA terlebih dahulu.

Ridho Djami Bili, penanggung jawab PT. Bumi Indah. -Foto: Ebed de Rosary

“BKSDA Maumere hari ini sudah turun ke lokasi, mengecek apakah lokasi penumpukan tersebut berada di daerah konservasi. Kalau dari Kehutanan sudah dikatakan berada di luar kawasan hutan, dan kami sedang menunggu pembuatan surat resminya saja untuk disampaikan ke DLH Sikka,” terangnya.

Terkait izin pengambilan material dari desa hingga kecamatan, kata Ridho, sudah dimiliki perusahaan, termasuk pernyataan dari masyarakat sekitar. Sehingga, izin pengambilan material dan penumpukan sedang dalam taraf pengurusan.

“Memang sejak awal mengontrak lahan untuk penimbunan, kami tidak mengetahui daerah tersebut masuk di dalam kawasan hutan lindung dan daerah konservasi. Kami berpatokan kepada adanya sertifikat tanah dan surat pajak, sehingga tidak mungkin tanah tersebut berada di kawasan hutan lindung,” ungkapnya.

Ridho mengaku akan membenahi berbagai dokumen, termasuk memperbaiki lokasi penumpukan material yang dianggap menyebabkan banjir.

Pihaknya berharap, agar izin segera terbit sehingga bisa diberikan kepada DLH Sikka untuk ditindaklanjuti.

“Kami selalu berkordinasi dengan DLH Sikka, termasuk dinas pertambangan provinsi NTT, agar izinnya bisa segera dikeluarkan. Nantinya setelah surat resmi dari KSDA dan Kehutanan sudah ada, akan disampaikan ke DLH Sikka,” terangnya.

Hery Siswandi, Kepala Bidang Konservasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Sikka,  membenarkan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi penimbunan material pasir di Wairetrang.

“Benar tim kami sudah turun ke lokasi dan mengambil titik kordinatnya. Lahan penumpukan material memang berada di luar kawasan hutan lindung Egon Ilimedoa, dan berada di tanah milik warga,” sebutnya.

Hery menyebutkan, lokasi penumpukan material memang berbatasan dengan kawasan hutan lindung. Dalam aturannya memang tidak dilarang, karena berada di luar kawasan hutan lindung, meskipun berbatasan langsung.

“Kami tidak memiliki kewenangan, sebab lokasi penumpukan material berada di luar kawasan hutan lindung. Nanti kami akan membuat surat resmi terkait dengan hasil pengecekan lokasi tersebut kepada pihak kontraktor dan DLH Sikka,” sebutnya.

Lihat juga...