Jamaah Haji Harus Waspadai Suhu Panas di Arab Saudi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gelombang panas yang melanda Arab Saudi diperkirakan akan mulai berkurang dalam beberapa hari ke depan. Tapi, kisarannya masih akan bertahan di 35-38 derajat Celcius.

Diharapkan para jamaah haji bisa mempersiapkan diri dalam melaksanakan ibadah haji pada bulan Juli 2019 mendatang.

Data dari 10 stasiun suhu Arab Saudi mencatat kisaran suhu antara 44,8 derajat hingga 48 derajat Celcius. Menurut Kasubbid Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Siswanto, M.Sc menyatakan, suhu panas ini merupakan perluasan gelombang panas (heatwave) yang menyerang India beberapa minggu lalu.

“Gelombang panas menjangkiti mulai dari India, Pakistan, Afganistan, Turkmenistan, Iran dan Saudi Arabia. Suhu permukaan di wilayah terpapar heatwave bervariasi antara 34-44 derajat Celcius,” kata Siswanto, Rabu (26/6/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa suhu permukaan di Arab Saudi saat ini merupakan yang paling tinggi dibanding negara-negara tetangganya.

“Hal ini disebabkan suhu panas yang terpantau tidak hanya menjangkit di permukaan tapi juga hingga lapisan atmosfer yang lebih tinggi,” ujar Siswanto.

Pada ketinggian atmosfer 1500 meter, sirkulasi di atas Arab Saudi menunjukkan keadaan anomali. Yaitu munculnya pusaran antisiklonik yang membendung udara yang masuk ke wilayah ini.

“Sehingga sirkulasi udara panas terbentuk dan dirasakan hingga hampir di seluruh wilayah permukaan Saudi Arabia,” ucap Siswanto.

Siswanto memperkirakan kondisi suhu panas ini akan bertahan hingga awal Juli.

“Diperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan panasnya agak berkurang. Tapi masih dalam range 35-38 derajat Celcius,” ucapnya.

Agar para jamaah haji tidak terkena dampak negatif suhu panas ini, Siswanto menyarankan agar menjaga diri tidak dehidrasi.

“Banyak minum dan konsumsi buah. Harus terus cek indikator kesehatan dan jangan selalu terpapar matahari,” pungkasnya.

Beberapa negara yang juga mencatat suhu panas adalah Perancis yang mencapai 34 derajat Celcius di Paris dan Lyon, Kuwait dengan range suhu antara 55 hingga 63 derajat Celcius, serta negara tetangga kita, Australia yang melaporkan kondisi kekeringan terburuk sepanjang sejarah.

Lihat juga...