hut

Jatayu Bekasi Kembangkan Pertanian Sistem Vertycultura

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Jemaah Tatanan Wahyu (Jatayu) cabang Kota Bekasi, Jawa Barat, mengembangkan program tanaman melalui sistem verty dan polybag, sebagai salah satu solusi kemandirian pangan keluarga dan kemakmuran bumi.

“Jatayu pertama meluncurkan program vertycultura oleh Kiai Tanjung, pengasuh Pondok Pesantren Ponosda, Jatayu sendiri adalah nama jemaahnya,” ujar Amir, pengembang sistem tanam vertycultura di Kota Bekasi, Senin (17/6/2019).

Dikatakan, program vertycultura dibuat karena banyak pesantren yang tinggal di perkotaan dan tidak memiliki lahan cukup untuk bertanam. Sehingga, Kiai mencanangkan program vertycultura dan polybag untuk bercocok tanam sayur, seperti kangkung, sawi dan lainnya bagi kalangan santrinya.

Amir, pelatihan Program Vertycultura –Foto: M Amin

Sistem verticultura berbeda dengan hidroponik, meskipun medianya mirip. Vertycultura, kata Amir, hanya menggunakan media pipa pralon ukuran 130 sentimeter, bisa ditanam sekira 26 lubang. Setiap lubang bisa diisi dengan sayur berbeda, seperti kangkung, sawi atau selada.

“Satu verty, bisa menghasilkan sayur lebih dari sau kilogram jenis kangkung dalam 21 hari,” jelasnya.

Menurutnya, sistem vertycultura menggunakan pralon dengan media ditambah tanah, kotoran hewan dan sekam atau cocopet. Media tersebut diaduk menjadi satu, kemudian dimasukkan kedalam pralon. Untuk penyetelan tempat bisa dibuat sesuai selera.

Dia mengatakan, saat ini sistem vertycultura masih dikembangkan di kalangan jemaah. Tapi jika masyarakat umum ingin mengadopsi sistem tanam veltycultura, Jatayu siap membantu. Vertycultura sendiri kerap dipakai sebagai dekorasi di pesta pernikahan.

Lebih lanjut, Amir mengatakan, sistem veltycultura secara estitika cukup baik dan unik, karena menggunakan verty dan polybag. Semua jenis sayuran bisa ditanam melaui sistem vertycultura. Begitu pun pupuk tetap menggunakan pupuk organik.

“Perawatannya cukup mudah, tidak  harus disiram setiap hari. Tanaman sayur itu paling enak melihatnya, jika sudah haus, maka bisa dilihat pada sore apakah layu apa tidak,”ujarnya.

Amir menjelaskan, tujuan utama sistem veltycultura adalah terus memakmurkan Bumi Allah, karena hakikatnya tumbuhan seperti sayuran itu tumbuh di bumi.

Sistem hidroponik menggunakan media air dan rootbul. Untuk itu bagi warga yang ingin berkonsultasi sistem vertycultura bisa datang ke Masjid Al Hidayah, Cimuning, Mustikajaya Kota Bekasi.

Lihat juga...