hut

Jawa Tengah Juara Umum Parade Teater Daerah ke-8 TMII

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Mantu Moci yang dikemas apik oleh sutradara Yono Daryono, menghantarkan Provinsi Jawa Tengah meraih juara umum Parade Teater Daerah ke-8 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2019.

“Penyaji terbaik atau juara umum dan berhak mendapat piala dari TMII, serta uang pembinaan pembinaan sebesar Rp15 juta dari Direktur Umum TMII, adalah Provinsi Jawa Tengah,” kata juri Parade Teater Daerah ke-8, Jose Rizal Manua, di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (22/6/2019) sore.

Jawa Tengah memperoleh tiga penghargaan dalam parade teater yang diwakili 7 provinsi. Yakni, Jawa Tengah berhasil sebagai penyaji terbaik, sutradara terbaik dan aktror terbaik.

“Penampilan ke tujuh peserta memukai, memiliki keistimewaan yang luar biasa, dan kami apresiasi. Tapi yang terbaik harus kami pilih, yaitu Jawa Tengah,” kata Ketua Juri Parade Teater Daerah ke-8, Yanusa Nugroho.

Dalam kompetisi teater tingkat nasional yang rutin digelar TMII ini, Jawa Tengah diwakili Kabupaten Tegal dalam lakon Mantu Poci.

Erwindo, pimpinan produksi teater RSPD, yang ditunjuk mewakili Jawa Tengah, mengaku baru pertama tampil diajang bergengsi yang digelar TMII.

“Kami bangga, karena ini penampilan pertama dan meraih juara umum Parade Teater Daerah ke-8 TMII,” kata Erwindo kepada Cendana News, usai acara.

Menurutnya, Tegal adalah kota teater yang selalu menjunjung tinggi seni tradisi. “Persaingan perade ini sangat ketat, kami menyadari itu. Tapi kami berusaha tampil maksimal, apalagi Tegal dikenal dengan julukan kota teater. Jadi, jangan pandang sebelah mata Tegal,” ujarnya.

Cerita Mantu Poci, jelas dia, mengisahkan sebuah gelar adat di pesisir Kota Tegal, yakni pesta pernikahan antara sepasang poci tanah.

Mantu Poci dilaksanakan bila ada pasangan suami istri yang sudah lama menikah dan belum dikaruniai keturunan. Namun berniat menggelar pesta hajatan layaknya keluarga-keluarga lainnya.

“Maka sebagai mempelainya adalah sepasang poci raksasa yang didandani layaknya sepasang pengantin,” jelas Erwindo.

Seperti pesta perkawinan, Mantu Poci juga dihadiri ratusan undangan. Pesta ini dilengkapi dengan sajian makanan, dan hiburan berupa tari, sulap dan lagu-lagu Tegalan untuk menghibur tamu undangan.

Mantu Poci ini sebagai harapan agar pasangan suami istri segera mendapatkan keturunan. Pesta ini juga bertujuan agar suami istri tersebut merasa seperti orang tua yang telah berhasil membesarkan putra-putrinya. Kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak saudara.

“Mantu Poci dahulu dilaksanakan dengan tujuan bila suami istri tidak punya keturunan, tetapi berniat untuk gelar pesta hajatan dan ritual agar cepat dapat momongan,” tutupnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!