hut

Juli Puncak Kemarau di Sumsel, Ratusan Desa Rawan Karhutla

Editor: Mahadeva

PALEMBANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan, awal Juli menjadi puncak musim panas di Sumatera Selatan (Sumsel). Kondisi tersebut, menyebabkan ratusan desa di daerah tersebut terancam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Ansori, Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumatera Selatan – Foto Muhammad Chandra

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, mengatakan, kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi cukup ekstrem dan lama. Sehingga, harus diwaspadai semua pihak. “Petugas akan mulai siaga dan bekerja sejak Juli hingga Oktober mendatang,” ungkapnya, Rabu (26/6/2019).

Hasil pendataan BPBD Sumsel, ancaman karhutla tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Diantaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Ogan Komering Ulu (OKU). “Kami telah melakukan pemetaan, daerah mana saja yang rawan terjadi Karhutla, di Sumsel terdapat 320 desa yang rawan,” imbuhnya.

Dari semua desa yang rawan, 100 desa diantaranya mendapatkan fokus pemantauan. Kondisi lahan di wilayah tersebut banyak berbentuk gambut yang mudah terbakar. “Sebanyak 6 ribu petugas kami siagakan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan. Jumlah itu sudah termasuk tambahan 1.500 personel TNI dan Polri. Petugas ditempatkan diwilayah yang dipetakan rawan karhutla,” jelasnya.

Petugas akan mulai bekerja sejak Juli hingga Oktober. Pada bulan-bulan tersebut, adalah puncak musim kemarau di Sumsel. “Kami imbau juga masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena, dapat meluas dan memicu terjadinya kabut asap,” tandasnya.

Selasa (25/6/2019), kebakaran hutan kembali melanda Ogan Ilir. Tercatat 15 hektare lahan terbakar. Petugas hingga dilapangan, hingga Selasa sore berhasil memadamkan lebih dari enam hektare lahan yang terbakar.

Pasca kebakaran, pihaknya mendapat bantuan dari Satgas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Ada 100 personel TNI, 205 Brimob, satgas ini akan diterjunkan di 320 desa rawan karhutla. Pembagian 100 kelompok untuk desa sangat rawan, dengan masing masing 10 TNI, 2 Brimob, 1 Anggota BPBD serta 1 warga desa setempat,” rincinya.

Tim yang turun ke desa, diharapkan bisa memberdayakan masyarakat, serta pemadaman dini potensi kebakaran. “Fokusnya pencegahan. Jika sudah terjadi, pasti akan membuat lebih susah pekerjaannya,” pungkasnya.

Lihat juga...