Jumlah Penumpang Lebaran di Bandara SAMS Sepinggan Turun 27 Persen

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, mencatat jumlah penumpang selama Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019 dibuka, mengalami penurunan 27,59 persen, bila dibandingkan tahun 2018. Tercatat penumpang yang dilayani pada 2019 sebanyak 263.465 orang, dan pada 2018 sebanyak 363.839 orang.

Penurunan jumlah penumpang itu diikuti dengan pergerakan pesawat udara pada 2019 yang turun -15,44 persen, dan kargo 2019 sebanyak 1.167.761 Kilogram, dibandingkan 2018 yang sebesar 2.182.415 Kilogram, menunjukkan penurunan hingga 46,49 persen.

“Penurunan ini diperkirakan karena harga tiket pesawat yang dinilai penumpang masih tinggi, ditambah bagasi berbayar, juga ada perbaikan jalur transportasi laut maupun darat, sehingga penumpang memilih jalur tersebut,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan, Farid Indra Nugraha, saat Apel Penutupan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019 di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Farid mengatakan, selama dibentuk posko terpadu angkutan Lebaran 2019, tidak ditemukan sesuatu yang mengganggu pelaksanaan dan pelayanan arus penumpang lebaran. Posko terpadu angkutan Lebaran dibuka sejak 29 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019 di Area keberangkatan dan resmi ditutup hari ini Jumat (14/6).

“Hal ini tidak lepas dari peran pengguna jasa yang telah memahami ketentuan dan situasi. Kami sebagai pengelola Bandara SAMS Sepinggan sangat bersyukur atas kelancaran arus penumpang ini, dan saya mengapresiasi kinerja petugas,” terangnya, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, dengan ditutupnya secara resmi Posko Terpadu Monitoring Angkutan Udara Lebaran 2019 di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, telah dipastikan penumpang terlayani dengan baik, namun lebih lanjut operasional tetap akan berjalan dan tidak mengurangi kenyamanan serta keamanan penumpang.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan keselamatan penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan,” katanya.

Terkait banjir yang terjadi di Samarinda, Bandara SAMS Sepinggan tetap mengantisipasi dan siap mendukung operasional penerbangan, jika terjadi sesuatu yang menyulitkan di Bandara APT Pranoto.

“Misal terjadi penutupan bandara di sana akibat cuaca yang sangat ekstrem. Maka, operasional kami harus siaga 24 jam untuk membantu melancarkan kegiatan di Bandara APT Pranoto,” ujar tegas Farid.

Terjadinya penurunan penumpang pada saat mudik lebaran tersebut, diakui oleh Stasion Manager Sriwijaya Air di Balikpapan, Roy F Watulingas.

Menurutnya, selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, tidak ada kenaikan jumlah penumpang. Sebaliknya, penumpang terbagi karena bandara APT Pranoto telah beroperasi.

“Sebetulnya kalau mau dilihat kenaikan tidak ada, justru dengan bandara dibuka di Samarinda jumlah penumpang terbagi. Jumlah penumpang Sriwijaya sendiri sejak H-7 sampai H+7 masih terisi 95 persen. Karena kebetulan flight-nya setiap daerah satu kali penerbangan,” tandasnya.

Dia menambahkan, setelah arus balik selesai, angkutan udara untuk penumpang kembali normal. “Arus balik selesai kembali normal balik ke standar. Kalau normalnya isiannya dari 70-75 persen,” imbuhnya.

Lihat juga...