hut

Jumlah Wisatawan di Pesisir Selatan Naik 489 Persen

Editor: Koko Triarko

PADANG – Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, selama libur Lebaran 2019 mencapai 795.747 orang. Angka ini naik sebesar 489 persen dari 2018, yang hanya 135.000 wisatawan. Jumlah ini menempatkan Pesisir Selatan pada posisi pertama dari 19 kabupaten dan kota, serta mengalahkan jumlah kunjungan di Kota Padang, Kota Pariaman, dan bahkan pariwisata di Kota Bukittinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, hingga siang ini, hanya satu daerah yang belum masuk data jumlah kunjungan wisatawan selama Lebaran, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Selebihnya, telah lengkap menyerahkan datanya, dengan rincian data jumlah kunjungan di Kabupaten Pesisir Selatan sebesar 795.747 wisatawan, Kota Padang 333.000 wisatawan, di susul Kota Pariaman 226.993 wisatawan, dan Kota Bukittinggi 192.242 wisatawan, dan daerah yang paling sedikit kunjungan wisatawan itu di Kota Padang Panjang yang berjumlah 9.242 wisatawan.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, bersama Kepada Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Oni Yulfian, di Padang/ Foto: M. Noli Hendra

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Oni Yulfian, mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan yang direkap itu terhitung selama lima hari, sejak 5 Juni hingga 9 Juni. Total secara keseluruhan mencapai 2.146.749 wisatawan, jumlah itu melebihi jumlah kunjungan wisatawan pada momen Lebaran tahun lalu, yakni 1,6 juta wisatawan.

“Wisatawan yang dihitung itu ada yang berdasarkan penjualan tiket/karcis, dan ada yang berdasarkan pantauan kondisi di lapangan yang tidak berbayar alias gratis. Kalau dihitung dari kunjungan wisatawan berdasarkan tiket/karcis, di antara jumlah 2,1 juta, hanya 30 persen saja. Jadi, memang kunjungan wisatawan di Sumatra Barat pada momen Lebaran 2019 cukup merata,” katanya, Selasa (11/6/2019).

Menurut Oni, pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan menjadi wisata primadona di Sumatera Barat, karena daerah tersebut telah melakukan pengembangan pariwisata dengan baik, seperti halnya Kawasan Wisata Mandeh yang berada di Tarusan.

Selain memiliki akses jalan yang sanga bagus, Mandeh memiliki keindahan yang mampu menarik wisatawan untuk mengunjunginya.

“Pesisir Selatan selalu unggul jumlah wisatawan pada momen Lebaran, jika dibandingkan dengan Kota Bukittinggi sejak 2016. Namun di Kota Bukittinggi, kalau dilihat dari tahun ke tahun ini, pada 2019 ini jumlah kunjungan ke Bukittinggi meningkat drastis. Pada 2018, kunjungan wisatawan pada Lebaran hanya 27.323 wisatawan. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, Pesisir Selatan selalu unggul dari Bukittinggi,” jelasnya.

Menurutnya, setelah melihat laporan pemantuan pergerakan wisatawan pada libur Lebaran 2019, dalam waktu dekat Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat akan melakukan Rapat Koordinasi dengan Dinas Pariwisata kabupaten dan kota. Rapat digelar guna membahas tentang cara pengumpulan data dan kondisi pariwisata di masing-masing daerah.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan dari jumlah kunjungan wisatawan itu juga ada tercatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 264 orang. Perkiraan uang beredar selama lima hari sebesar Rp214 miliar, dengan perhitungan kebutuhan makan minum rata-rata Rp100 ribu orang per hari. Dengan demikian, perekonomian masyarakat tumbuh pada momen Lebaran.

“Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian kepala daerah, bagaimana meningkatkan pelayanan kunjungan wisatawan, sehingga dapat mendorong peningkatan pemasukan daerah serta mendorong aktivitas perekonomian masyarakat lebih baik lagi,” harapnya.

Nasrul juga mengakui pada momen Lebaran di Sumatra Barat, kemacetan jalan banyak terjadi di sejumlah titik, terutama di lokasi-lokasi daerah yang ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya di Pesisir Selatan, ke Kota Bukittinggi juga demikian, kemacetan tidak dapat dihindari.

“Kita memang merasakan ada kemacetan luar biasa selama lima hari, karena jumlah kunjungan yang tinggi, sementara prasarana jalan kita tidak ada pengembangan, dan tidak lagi memadai kondisi menghadapi kunjungan wisatawan tersebut. Hal ini akan masuk dalam daftar evaluasi dalam rapat selanjutnya,” ungkapnya.

Lihat juga...