hut

Juri Apresiasi Peserta Parade Teater Daerah ke-8 TMII

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sukses menggelar Parade Teater Daerah ke-8 dengan penampilan para peserta yang memukau dewan juri dan penonton.

Ketua Juri Parade Teater Daerah ke-8 TMII, Yanusa Nugroho, mengatakan, penampilan ke tujuh peserta parade teater daerah dari Provinsi Jambi, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, sangat luar biasa.

“Penampilan mereka sangat istimewa, punya greget. Ada peningkatan, kami apresiasi di tengah kesulitan dan kendala bisa menyajikan yang terbaik,” kata Yanusa, kepada Cendana News, ditemui usai acara di Sasono Langen Utomo TMII, Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Dalam gelaran parade ini, tema yang ditampilkan oleh para peserta harus sifatnya komedi. Yanusa pun sebagai juri mengaku terhibur dengan sajian teater yang dibumbui komedi tersebut.

Namun demikian, menurutnya, memang harus dicermati lebih jauh, karena banyak penampilan yang melupakan ketentuan yang sudah diberikan panitia.

Banyak penyajian yang berangkat cerita rakyat yang sebetulnya tragedi. Akibatnya harus sedih, tapi dibikin guyonan berlebih.

“Nah, ini yang agak meleset. Tapi nggak masalah mungkin karena pertama kali, karena penafsiran masalah komedi itu sulit,” ujarnya.
Naskah komedi Melayu yang menarik adalah Khikayat Musang Berjenggot atau Siti Sarifah. Ceritanya sangat luar biasa, serius tapi kita tertawa tersadarkan kemanusiaan kita akan hakekat hidup lewat ketawa dan kecerdasan visi besar yang baik.

Dia mengimbau jangan dengan menggunakan lawakan seperti di TV, yang menjadikan pentas kurang menarik. Menurutnya, memang tidak masalah sekadar ketawa. Tetapi kalau itu mendasari konsep pementasan kita, justru mendangkalkan konsep tradisi yang sebetulya dijunjung.

“Silakan intervensi naskah kekinian, tapi pamami dulu mana komedi dan tragedi,” tukasnya.

Anggota Juri Parade Teater Daerah ke-8 TMII, Nano Asmorodono, juga mengaku terhibur penampilan para peserta parade teater.

Namun dia mengingatkan bagaimana membuat pertunjukan yang bisa menjadi tontonan, tatanan dan tuntunan. Ini menurutnya, sangat penting karena ada istilah daerah yang nanti akan ditiru oleh generasi muda.

“Kebanyakan sutradara kurang memahami full desain pertunjukkan. Tontonan dan tuntunan sudah bagus, tapi tatanan belum karena desain properti, setting dan lainnya kurang dipahami oleh mereka,” ujarnya.

Para sutradara teater ini terlihat hanya konsentrasi latihan casting, tapi kurang koordinasi dengan penata kostum, properti dan lainnya.

“Jadi masih ada yang kurang enak dipandang. Karena ini yang pertama disuguhkan itu kan dilihat mata. Ada kostum atau setingan kurang enak ditonton akan mempengaruhi,” jelasnya.

Menurutnya, teater ini pertunjukan kerja kolektif yang tidak akan tampil baik tanpa pendukung. “Jadi, tantanan yang baik itulah pertunjukan,” tandasnya.

Ketua Pelaksana Parade Teater Daerah ke-8 TMII, Catur Yudi mengatakan, sutradara yang baik adalah bagaimana dalam mengemas seni pertunjukannya dapat menarik penonton.

Para juri, jelas dia, bukan hanya menilai latar keseniannya, tapi pertunjukan yang mampu mengolah cerita yang baik. Misalnya, ingin menampilkan ketokohan antagonis, maka sutradara itu harus mencari pemain yang punya kriteria antagonis.

“Ini kan penyutradaraan. Kalau sutradaranya, maaf kurang baik, berarti milih orangnya kurang baik, begitu juga mengolah ceritanya. Jadi yang kita nilai bukan keseniannya, tapi  kemampuan mengolah seni ini menjadi tampilan yang menarik,” ujarnya.

Sedangkan hasil pemenang parade dikriteriakan dengan pemilihan penyaji terbaik, sutradara terbaik, dan aktor serta artis terbaik.

Yudi berharap, tahun depan peserta parade teater akan meningkat dan mendapat sambutan positif dari para peserta dari daerah.

“Saya tidak mau kesenian daerah itu hanya lenyap ditelan bumi. Saya pegen seni teater ini tumbuh seperti kesenian yang lain,” tandasnya

Kalau tahun ini, peserta parade berkurang, menurut Yudi, karena memang kondisi dan situasi  yang tidak mendukung. Yakni, tahun ini ada perhelatan politik yang lumayan panas, yang disambung puasa dan lebaran.

“Alhamdulillah kami tetap melaksanakan parade teater ini sesuai jadwal. Diharapkan tahun depan pesetanya bertambah,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com