hut

Kajian Likuefaksi Diharapkan Masuk Revisi RTRW Sulteng

Seorang warga memperlihatkan ikan hasil pancingannya di sekitar rumah yang hancur dan terendam air di lokasi bekas bencana gempa dan pencairan tanah atau likuefaksi di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/1/2019) - Foto Ant

PALU – Hasil kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang kawasan-kawasan berpotensi tinggi mengalami likuefaksi di Kota Palu, diharapkan dimasukkan dalam poin Rancangan Peraturan Daerah tentang Revisi Peraturan Daerah (Perda) Sulteng No.8/2013, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2013-2033.

Kajian tersebut, telah dilakukan pada 2012 silam. “Karena tugas kita merevisi Perda Nomor 8 tahun 2013 tentang RTRW Sulteng untuk meminimalisir korban jiwa yang diakibatkan oleh bencana,” kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulteng, Aries Bira, dalam acara konsultasi publik I Raperda tentang Revisi Perda No.8/2013, tentang RTRW Sulteng.

Aries tidak ingin, pemerintah daerah kembali mengabaikan hasil kajian Kementerian ESDM tersebut. Terlebih, setelah bencana gempa, tsunami dan likuefaksi terjadi pada 28 September 2018 silam. Hasil kajian yang dilakukan tujuh tahun lalu itu ternyata terbukti.

Diyakini, untuk meminimalisir korban jiwa di Sulteng, terutama di Palu akibat bencana, maka perlu untuk memasukkan hasil-hasil kajian kebencanaan yang keakuratannya dapat dipertanggungjawabkan.

Terutama, hasil kajian dari kementerian diharapkan dapat terwujud jika termaktub dalam poin atau pasal dalam raperda itu. “Kami mendorong agar dimasukkan dalam Raperda Revisi Perda nomor 8 tahun 2013 tentang RTRW Sulteng 2013-2033 agar memiliki legitimasi,” ucapnya.

Kepala Seksi Penataan Ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng, Salman Ruslan, yang memimpin jalannya rapat konsultasi berharap, seluruh pihak dapat memberikan sumbangsih pemikiran, baik berupa kritikan, masukan dan saran terhadap raperda tersebut. “Saya berharap masukan dan saran dari semua pihak. Isi raperda ini adalah kesepakatan kita bersama,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!