hut

Kasih Allah Jalan Menuju Keselamatan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Perayaan ritus hari raya Tubuh dan Darah Kristus, menjadi teladan bagi umat Katolik. Demikian diungkapkan Romo Pastor Wolfram Safari, Pr., dalam perayaan ekaristi kudus di Gereja Santo Kristoforus, Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (23/6).

Romo Wolfram menyebut, penyerahan diri Yesus dalam sejarah keselamatan tercatat dalam kitab suci yang diteruskan dalam tradisi yang diimani oleh Gereja Katolik.

Wujud kasih Allah yang hadir dalam sejarah manusia menjadi jalan untuk menuju keselamatan. Dalam sejarah keselamatan kehadiran Allah melalui Yesus diyakini ada, dahulu, sekarang dan selama-lamanya.

Kehadiran sepanjang masa Yesus Kristus disimbolkan pada kelahiran sebagai manusia dengan dikenal sebagai Imanuel, atau Allah hadir di antara manusia.

Pastor Wolfram Safari, Pr., pemimpin perayaan Ekaristi hari raya Tubuh dan Darah Ktistus -Foto: Henk Widi

Melalui karya keselamatan, pekerjaan dan tugas utama Allah, sebutnya, menceritakan kerajaan Allah, memberi hidup, memberi kebutuhan jasmani dan rohani. Meski demikian, dengan keyakinan rezeki yang diberikan oleh Allah akan selalu cukup, maka manusia diajak untuk selalu bersyukur.

Salah satu contoh bacaan Ekaristi Kudus dari Injil Lukas 9: 10-17 tentang Yesus yang memberi makan 5.000 orang.

“Melalui kisah pemberian makan ikan dan roti kepada lima ribu orang, Yesus memberikan contoh agar bisa mencukupkan kebutuhan sebagai simbol rezeki,selanjutnya menyembuhkan orang sakit sebagai bentuk keselamatan,” terang Romo Wolfram, Pr., dalam homilinya di Gereja Santo Kristoforus, Minggu (23/6/2019).

Pemberian diri Allah melalui Yesu Kristus dalam Gereja Katolik, kata Romo Wolfram disimbolkan dalam ekaristi, yang merupakan kenangan akan karya keselamatan Allah melalui penyerahan Yesus menjadi simbol perjamuan malam terakhir.

Malam perjamuan terakhir sekaligus pemberian tubuh dan darah Yesus sebagai pengorbanan paling final.

Perjamuan malam terakhir dalam Gereja Katolik tersebut, terus dijaga dalam ritus dan tradisi Ekaristi. Sebagai wujud pemberian diri Allah melalui Yesus Kristus, setiap Ekaristi menjadi peringatan akan penyerahan diri Allah yang dikenang setiap saat.

Melalui perayaan Ekaristi menjadi simbol persatuan Allah yang menjadi manusia.

“Setiap umat Katolik harus memiliki sikap meneladani Allah yang rela menyatukan diri dengan manusia dalam darah dan daging,” ungkap Romo Wolfram.

Melalui penerimaan Ekaristi atau dikenal dengan komuni, sekaligus menjadi bukti, bahwa kasih Allah sangat besar. Terutama dalam iman gereja Katolik kehadiran Yesus Kristus disimbolkan dalam roti yang dikonsekrasi.

Roti yang bisa dikonsumsi tersebut sekaligus menjadi simbol Allah melalui Yesus Kristus rela menyatu dalam darah dan daging manusia.

Melalui Ekaristi, romo Wolfram menyebut umat Katolik  hidup dalam persekutuan dengan gereja. Sehingga hari raya Tubuh dan Darah Kristus  menjadi satu hari raya yang sangat penting dalam gereja Katolik.

Perayaan Ekaristi sekaligus rasa syukur karena Kristus mau menjadi tubuh dan darah seperti manusia. Sebab, melalui karya keselamatan yang diwariskan turun-temurun gereja, menjadi jalan keselamatan.

Sebagai wujud karya keselamatan yang diimani oleh Gereja Katolik, sekitar 48 anak anak usia SD hingga SMP hadir dalam penerimaan sakramen ekaristi.

Yohanes Ngatijo Pokro, sebagai pembimbing rohani dan tokoh agama di unit pastoral Bakauheni, menyebut hampir selama setahun anak-anak menjalani persiapan. Persiapan untuk menyadari makna ekaristi, puncaknya dengan penerimaan komuni pertama.

“Sebagai orang tua, kita mengantar anak-anak untuk menerima komuni Kudus sebagai tradisi gereja Katolik dalam karya keselamatan,” ungkap Yohanes Ngatijo Pokro.

Diiringi oleh ratusan umat, anak-anak penerima komuni pertama dari berbagai wilayah unit pastoral Bakauheni maju menerima komuni. Ritual penerimaan komuni pertama tersebut terlihat khusuk. Sebab, sebagai komuni, pertama kali anak-anak mengenakan pakaian putih putih dengan disematkan pita dan bunga putih.

Suasana khusuk terlihat saat satu demi satu anak-anak menerima komuni yang menjadi momen bersejarah dalam Gereja Katolik.

Lihat juga...