hut

Kemeriahan ‘Open House’ di Rumah Tutut Soeharto

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Putri sulung Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, yakni Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto menyambut kehadiran para tamu dengan ramah saat open house perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 Masehi.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, terima kasih sudah hadir,” sapa Tutut Soeharto sambil menyalami para tamu undangan.

Acara yang digelar di rumah Tutut Soeharto di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2019) malam, terlihat sangat hangat.

Kemeriahan open house ini dihadiri pula kedua adik Tutut Soeharto, yakni Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharti dan Siti Hutami Endang Adingsing atau Mamiek Soeharto.

Keduanya sangat ramah menyapa para undangan yang hadir. “Minal aidin wal faizin,” ucap Titiek Soeharto sambil menyalami para tamu dengan terus menebar senyum khasnya.

Kemeriahan perayaan hari kemenangan umat Islam ini disuguhi lagu Selamat Idul Fitri yang dilantunkan Citra Band. Berlanjut lagu Barakallah ‘Maher Zain’ memberikan makna mendalam bagi para tamu.

Para tamu pun ikut hanyut mendendangkan lagu ini sambil duduk dan menikmati ragam makanan. “Semoga kita semua yang hadir di sini diberkahi oleh Allah SWT,” ujar seorang penyanyi.

Penampilan Citra Band menghimbur para tamu undangan open house Tutut Soeharto di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2019) malam. – Foto: Sri Sugiarti

Para undangan yang hadir, salah satunya Direktur Penelitian, Pengembangan dan Budaya TMII, Putu Supadma Rudana, yang datang bersama keluarganya.

Putu mengaku setiap tahun selalu hadir dalam halal bihalal keluarga besar Pak Harto di Jalan Cendana, dan juga di rumah Tutut Soeharto.

“Memang setiap tahunnya, kami yang selalu silaturahmi dan ikut halal bihalal bersama keluarga Pak Harto dan Mbak Tutut,” kata Putu kepada Cendana News, ditemui di sela-sela acara

Menurutnya, open house yang digelar keluarga besar Cendana ini merupakan tradisi yang sejak dulu di adakah oleh almarhum Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto. Dan kini tradisi itu terus dirajut oleh putra dan putri Pak Harto.

“Ini merupakan tradisi keluarga besar Pak Harto untuk bertemu dan saling memaafkan dan memaknai Hari Raya Idul Fitri ini,” ujarnya.

Menurutnya, momentum ini cukup langka karena bisa bertemu dengan keluarga besar Pak Harto, secara menyeluruh.

“Tadi pagi, kami juga susah hadir ke Cendana No. 8, rumah Pak Harto bertemu dengan Mbak Tutut, Mbak Titiek, Mbak Mamiek, Mas Sigit, Ibu Bres dan Pak Hardjo. Malam ini kami hadir lagi silaturahmi dengan Mbak Tutut dan para tokoh,” ujarnya.

Psikolog, Seto Mulyadi juga mengaku setiap tahun selalu hadir silaturahmi dalam perayaan Idul Fitri di rumah Mbak Tutut Soeharto. “Alhamdulillah saya bisa hadir di sini. Tradisi silaturahmi ini sudah terjalin sejak Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto ada. Insyaallah saya akan terus menjaganya,” ujar Seto.

Demikian juga dengan penyanyi lawas, Dedy Dhukun mengaku kerap hadir di acara open house Mbak Tutut yang digelar dirumahnya.

Dedy juga mengaku sangat dekat dengan keluarga besar Pak Harto. Bahkan dirinya sangat menganggumi sosok Ibu Tien Soeharto, pemakarsa TMII. “Meskipun Pak Harto dan Ibu Tien sudah wafat, saya tak akan putus silaturahmi halal bihalal dengan putra-putri beliau. Ini momen yang paling berkesan penuh makna,” kata Dedy.

Hingga jarum jam menunjukkan pukul 21.30 WIB, para tamu masih terus berdatangan. Ada yang berpamitan undur diri kepada tuan rumah Tutut Soeharto.

Suasana tambah harmonis manakala lagu Asmara didendangkan Citra Band. Lagu-lagu religi dan lawas terus menghiasi kehangatan malam open house di rumah Putri Cendana yang dihadir para tokoh. Diantaranya, Fadly Zon, Ustad Haikal Hasan, Luis Sungkharisma, Eko Patrio, dan lainnya.

Lihat juga...