Ketua Komisi ASN: Daya Saing Indonesia Naik Signifikan

Editor: Koko Triarko

Ketua KASN, Prof.Sofian Effendi, usai menghadiri rapat koordinasi di Malang –Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof. Sofian Effendi, menyampaikan di tengah hingar bingar politik yang sangat luar biasa, Bank Dunia mengumumkan suatu hasil yang cukup menggembirakan bagi bangsa Indonesia, bahwa daya saing nasional Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan.

“Ternyata pada tingkat internasional, daya saing Indonesia mengalami kenaikan tertinggi di dunia. Kita naik sebelas tingkat,” ujarnya, saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Percepatan Penerapan Nilai Dasar Kode Etik Kode Perilaku ASN dan Monitoring Pelaksanaan Aplikasi Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi untuk wilayah Jawa Timur dan Sumatra Utara, di Malang, Jawa Timur, Kamis (13/6/2019).

Sedangkan Malaysia mengalami stagnasi, bahkan Korea Selatan turun satu tingkat. Dan, yang paling besar kemundurannya adalah Jepang, turun hingga lima tingkat.

“Sekarang ini Jepang hanya dua tingkat lebih tinggi dari Indonesia. Indonesia masuk peringkat 32, sedangkan Jepang berada pada peringkat 30. Jadi, kita sudah hampir dekat sekali dengan Jepang di dalam daya saing yang diukur setiap tahun oleh Bank Dunia,” katanya.

Menurutnya, Indonesia bisa mengalami kenaikan yang sangat tinggi karena selama tiga tahun ini pemerintah menggenjot pada pembangunan infrastruktur, serta kondisi bisnis Indonesia yang sangat berkembang.

Alasan selanjutnya adalah karena efektivitas pemerintah Indonesia yang mengalami kenaikan 26 tingkat. “Itulah yang bisa kita klaim sebagai prestasi ASN. Karena dari para ASN inilah yang menyebabkan kenaikan sebesar itu,” ungkapnya.

Karena itu, katanya, sekarang kita kumpulkan para kepala daerah dan sekretaris daerah untuk bekerjasa sama meningkatkan prestasi dalam bidang ASN.

Lebih lanjut, Sofian menyebutkan, berdasarkan data yang ada, mulai 2019, Indonesia sudah masuk kelas sebagai negara dengan pendapatan menengah atas. Sebelumnya, Indonesia masih berada dalam kategori negara dengan pendapatan menengah ke bawah.

Jika Indonesia bisa mempertahankan pertumbuhan dari efektivitas pemerintah, lima tahun ke depan Iinsyaallah Indonesia akan menjadi negara yang bisa keluar dari middle income trap.

“Sebelum Indonesia mencapai usia 100 tahun, kita sudah akan bisa menjadi negara dengan pendapatan tinggi. Bahkan menjadi negara ekonomi nomor lima terbesar di dunia pada 2040,” terangnya.

Ia menegaskan, jika hal itu bukan perhitungan orang Indonesia, tapi prediksi yang dibuat oleh Bank Dunia dan lembaga-lembaga internasional.

Lihat juga...