hut

Kini Rumah Tukang Becak dan Petani Gurem pun Berlantai Keramik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Adanya program bantuan lantainisasi Yayasan Damandiri, secara nyata mampu mengubah kehidupan warga miskin di Desa Mandiri Lestari Trirenggo, sejak beberapa waktu terakhir. Tak terkecuali bagi warga miskin yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani dan tukang becak.

Seperti dirasakan pasangan suami istri Surajito (48) dan Listina (45). Meski sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan tak tentu, namun telah mampu mengkeramik lantai rumahnya hingga nampak lebih indah, bersih dan tertata.

“Dulu masih semen biasa, sebagian juga masih tanah. Syukur berkat bantuan Yayasan Damandiri kini bisa jadi keramik,” ujar Listina ibu 2 anak itu.

Listina berujar, tanpa adanya bantuan lantainisasi dari Yayasan Damandiri, mungkin hingga saat ini lantai rumahnya masih belum bisa diperbaiki. Hal itu tak lepas karena keterbatasan dana yang ia miliki untuk merenovasi.

“Suami kan sehari-hari hanya kerja narik becak. Kalau sepi ya serabutan jadi buruh bangunan. Sehari paling dapat Rp50 ribu untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi tidak punya cukup biaya untuk renovasi rumah,” katanya.

Listina bersama Ketua KUD Gemah Ripah Ambyah di depan rumahnya. Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, pasangan warga miskin lainnya Tukijan (59) dan Bonijem (58), juga merasakan hal yang sama. Bekerja sebagai buruh tani kecil, Tukijan harus bersusah payah membanting tulang agar rumahnya bisa layak huni. Namun berkat program Lantainisasi dari Yayasan Damandiri, ia pun menjadi sangat terbantu.

“Dulu bagian dalam rumah masih belum keramik. Hanya semen biasa. Bagian dapur malah masih tanah. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik,” ujar Boniyem gembira.

Memanfaatkan bantuan pasir, semen dan tenaga tukang dari Yayasan Damandiri, Tukijan pun mengkeramik bagian dalam lantai rumahnya. Ia juga memplester lantai dapur yang sebelumnya tanah menjadi semen.

“Alhamdulillah sekarang lantai sudah terlihat jauh lebih bagus. Tinggal berpikir memperbaiki atap. Karena sudah banyak yang lapuk. Mudah-mudahan program Yayasan Damandiri terus berlanjut, sehingga bisa membantu warga desa disini,” harapnya.

Lihat juga...