hut

Konsumsi Makan Ikan di Sumbar Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sepuluh tahun terakhir masyarakat di daerah setempat mengalami peningkatan dalam mengkonsumsi ikan. Tingkat konsumsi ikan saat ini mencapai 38,2 kilogram per kapita per tahun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, dengan jumlah konsumsi ikan di Sumatera Barat sebanyak 38,2 kilogram per kapita per tahun itu, menempatkan Provinsi Sumatera Barat di bawah nasional yang mencapai 41 kilogram per kapita per tahun,” katanya, Selasa (25/6/2019).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat. Yosmeri. -Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, dengan jumlah konsumsi ikan di Sumatera Barat yang sedemikian, setidaknya jumlah tersebut telah menempatkan Sumatera Barat masuk dalam 10 besar konsumsi ikan tertinggi di Indonesia, dibandingkan dengan beberapa daerah lain yang angkanya di bawah jumlah di Sumatera Barat.

Disebutkannya, agar konsumsi ikan terus meningkat dari tahun ke tahun, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan sosialisasi kepada anak sekolah yang menjadi target. Tujuan menargetkan kepada para anak sekolah, karena akan sangat bagus, apabila ikan jadi makanan yang digemari oleh anak-anank. Sebab kandungan ikan berbagai protein  akan meningkatkan kerja otak dan manfaat lainnya.

“Untuk itu setiap bulan Juni, Provinsi Sumatera Barat menetapkan hari makan ikan. Pada kegiatan pada tahun ini, kami mengundang siswa siswi sekolah dasar pertiwi 2, bersama dengan guru dan wali murid memberikan sosialisasi manfaat mengkonsumsi ikan ini,” ujarnya.

Pada momen sosialisasi gemar makan ikan itu, Dinas Kelautan dan Perikanan menyampaikan kepada anak-anak sekolah, agar mengetahui manfaat dari gemar memakan ikan.

Salah satunya, dengan gemar mengkonsumsi ikan akan membuat anak-anak sekolah berpikir cerdas. Untuk itu, kepada para pelajar diharapkan tidak enggan memakan ikan.

“Makan daging juga bagus, tapi bukan berarti makan ikan tidak bagus. Apalagi daerah Sumatera Barat berada di sepanjang pantai Laut Samudera, dan banyak sungai, membuat Sumatera Barat memiliki banyak potensi ikan. Artinya Sumatera Barat dapat mencetak genarasi yang cerdas, apabila generasinya itu gemar mengkonsumsi ikan,” ucapnya.

Yosmeri menjelaskan manfaat ikan itu dapat dilihat bagi berbagai sisi kesehatan, jika perlu mengonsumsilah ikan secara rutin, sehingga dapat memenuhi asupan gizi harian.

Manfaat makan ikan itu baik bagi organ kardiovaskular seperti jantung, pembuluh darah arteri, dan pembuluh darah vena, karena kandungan asam lemak omega 3 yang ada di dalam ikan. Dengan rutin mengkonsumsi ikan,  juga akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan gagal jantung.

Hal ini dikarenakan nutrisi dalam ikan mampu menurunkan kadar trigliserida dalam darah, meningkatkan kadar kolesterol baik, menurunkan tekanan darah, dan mencegah pembekuan darah.

Pakar kesehatan dari Harvard School of Public Health sendiri merekomendasikan konsumsi 2 porsi ikan dalam seminggu jika ingin menurunkan risiko terkena penyakit jantung tiga kali lebih rendah.

Selain itu, kata Yosmeri, dalam penelitian yang dilakukan di University of Georgia menghasilkan fakta bahwa manfaat makan ikan dalam bentuk minyak ikan  kaya akan kandungan DHA mampu menurunkan kadar lemak pada tubuh secara keseluruhan.

Artinya, apabila mengonsumsinya secara rutin yang dibarengi dengan berolahraga secara teratur, maka akan menurunkan berat badan lebih cepat.

“Tidak hanya itu, mengkonsumsi ternyata mampu mencegah datangnya kanker payudara, kanker kolon, dan kanker prostat. Selain itu, manfaat ikan dalam bentuk suplemen minyak ikan juga mampu membantu penderita hyperlipidemia,” paparnya.

Menurutnya,  manfaat ikan yang mengandung asam lemak omega 3 adalah mendukung fungsi dan perkembangan otak, khususnya bagi bayi dan anak-anak.

Bahkan, sebuah penelitian terbaru menunjukkan fakta menarik tentang kemampuan suplemen minyak ikan dalam meningkatkan daya memori orang dewasa dengan signifikan.

Yosmeri menyatakan selain memberikan sosialisasi untuk meningkatkan konsumsi ikan di Sumatera Barat kepada para pelajar dan sejumlah pihak, Dinas Kelautan dan Perikanan juga meminta kepada pelaku usaha yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar memproduksi makanan olahan menggunakan bahan dari ikan.

Apalagi dengan kreativitas pelaku UMKM kini, berbagai jenis makanan diolah bersumber dari berbagai jenis ikan. Diharapkan kepada pelaku usaha untuk bisa melakukan inovasi kreatif dalam mengolah berbagai jenis makanan dari ikan.

“Kita ingin mereka yang bergerak di bidang UMKM dalam pengolahan ikan untuk kreatif dalam menarik masyarakat  mengonsumsi ikan. Apalagi banyak makanan yang diolah dari ikan dengan olahan yang kreatif, seperti rendang ikan, kerupuk ikan, risoles, sate ikan, bakso ikan, nugget ikan dan lainnya,” jelasnya.

Menurut Yosmeri dengan banyaknya makanan olahan dari ikan dengan jenis makanan yang kreatif akan menjadi daya tarik yang menarik oleh masyarakat sehingga akan lebih meningkatkan konsumsi ikan di Sumbar ke depan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!