hut

Kopi Rasa Buah Inovasi Mahasiswa UB Disukai di Taiwan

Editor: Koko Triarko

MALANG – Tingkat konsumsi kopi di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Sayangnya, hal tersebut justru berbanding terbalik dengan tingkat konsumsi buah yang bisa dikatakan masih rendah. Melihat fakta tersebut, lima mahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijaya (UB), menghadirkan inovasi baru kopi Bataco, dengan cita rasa buah-buahan.

Mereka adalah Yusril Fatahilmi (Fakultas Teknik), Elok Faikoh (Fakultas Pertanian), Novita Kartika Kusuma Wardani (Fakultas Pertanian), Fajar Noor Alamsyah Nugraha (Fakultas Pertanian), dan Muhamad Ibnu Fajar (Fakultas Teknik).

Ketua tim, Yusril Fatahilmi, menjelaskan, bahwa mengkonsumsi kopi saat ini sudah menjadi budaya tersediri bagi masyarakat Indonesia. Beragam cara dilakukan untuk dapat menikmati secangkir kopi.

Masyarakat Indonesia biasa menikmati kopi dengan begadang, ngobrol, maupun sebagai minuman pendamping di kala menyelesaikan pekerjaan.

Yusril Fatahilmi (baju putih) dan tim menyiapkan racikan kopi Bataco –Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, kandungan kafein dalam kopi sebenarnya bermanfaat bagi tubuh. Hanya saja, pada umumnya masyarakat Indonesia suka menambahkan gula untuk memberikan rasa manis pada kopi. Penambahan gula inilah yang sebenarnya justru memberikan efek negatif bagi tubuh.

“Berbeda dengan kebiasaan orang luar yang lebih suka rasa kopi asli tanpa ada campuran gula,” ujarnya, saat memamerkan produknya di gedung Dekanat Fakultas Teknik UB, Selasa (18/6/2019).

Selain itu, berdasarkan informasi yang ada, ternyata tingkat konsumsi buah di Indonesia masih minim. Hal yang tentunya berbanding terbalik dengan tingkat konsumsi kopi di Indonesia yang terus meningkat.

“Dari situ, dengan dibantu dosen pembimbing, kami mencoba berinovasi untuk menghadirkan produk kopi dengan penambahan ekstrak buah untuk menambahkan gizi mikro dalam tubuh,” jelasnya.

Melalui kopi Bataco ini, secara tidak langsung, selain minum kopi juga sekaligus mengkonsumsi buah melalui ekstrak buah yang ditambahkan.

Menurutnya, karena Indonesia merupakan negara tropis, akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil dari jenis buah-buahan tropis.

Terdapat dua metode yang bisa digunakan untuk memberikan aroma maupun rasa buah pada kopi, yakni dengan cara ekstraksi dan fermentasi.

“Metode ekstraksi biasanya menggunakan buah Strawbery, Blubery, Alpukat, dan Pisang. Sedangkan cara fermentasi biasa menggunakan buah Pisang, Manggis, Sirsak dan Nanas,” ungkapnya.

Untuk jenis kopinya sendiri menggunakan kopi Arabica Arjuna, yang diambil dari perkebunan kopi UB Forest.

Lebih lanjut, Yusril mengaku produk kopi Bataco sangat diminati di Taiwan. “Di Taiwan kami mengikuti lomba INST 2018 untuk pertama kalinya dengan membawa kurang lebih 60 kemasan kopi yang ternyata habis terjual. Dalam ajang tersebut, kami mendapatkan bronz medal dan special award. Dan, tahun ini kami berhasil mendapatkan medali emas di ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) di Malaysia,” katanya.

Menurutnya, produknya tersebut banyak diminati karena rasanya yang unik dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya memperlancar peredaran darah. “Untuk harganya sendiri kami menjualnya Rp35 ribu per kemasan isi 100 gram,” pungkasnya.

Lihat juga...