hut

Korban Abrasi Pantai di Pesisir Selatan Segera Menghuni Rumah Baru

Editor: Mahadeva

PESISIR SELATAN – Pembangunan 50 unit rumah layak huni untuk korban abrasi pantai di Nagari Muara Kandis, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, akhirnya selesai.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni/ Foto: M. Noli Hendra

Dalam waktu dekat, rumah tersebut akan ditempati oleh korban bencana tersebut. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, 50 unit rumah layak huni itu dibangunan dengan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

Pembangunan 50 unit rumah tersebut dilakukan, setelah Pemkab Pesisir Selatan melobi pemerintah pusat. Pada awalnya, Kementerian PUPR RI mengucurkan dana untuk pembangunan 25 unit rumah. Namun, setelah mendapatkan penjelasan mengenai kebutuhan, akhirnya anggaran ditambah lagi 25 unit, menjadi 50 unit rumah layak huni.

“Jadi untuk Nagari Muaro Kandih, Kecamatan Linggo Sari Baganti awalnya mendapat bantuan pembangunan rumah layak huni sebayak 25 unit. Akan tetapi diperjuangkan lagi ke pemerintah pusat, sehingga dapat sebanyak 25 unit lagi. Alhamdulillah telah kini rumahnya telah selesai dibangun, dan semoga dapat memberikan berkah bagi korban abrasi ketika menghuni rumah ini,” katanya, usai peresmian bantuan rumah layak huni, Kamis (13/06/2019).

Dengan bantuan dari Kementerian PURI, menjadi bukti bahwa Pesisir Selatan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang cukup banyak mendapat bantuan. Untuk itu, Hendrajoni berharap, korban abrasi pantai yang akan menempati rumah tersebut, dapat memanfaatkannya dan menjaga rumah bantuan dengan baik.

Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pesisir Selatan, Mukhridal, mengatakan, bantuan pembangunan 50 unit rumah layak huni dari Kementerian PUPR RI, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi. Penerima manfaat dilarang memindah tangankan rumah termasuk mengontrakan kepada masyarakat lain.

Penghuni wajib memelihara rumahnya masing-masing, dan wajib bayar pajak, retribusi, listrik dan kewajiban lainnya. “Bila ketentuan itu tidak dilaksanakan oleh penerima manfaat bantuan rumah layak huni, maka bantuan tersebut dapat ditarik kembali. Hal ini sudah menjadi ketentuan dari pemerintah terhadap penerima manfaat rumah layak huni,” tandasnya.

Ketentuan tersebut diberlakukan, agar penerima manfaat tidak menjadikannya sebagai momentum mencari untung. Apalagi, rumah yang dibangun masuk dalam katagori sangat bagus. Artinya, Kementerian PUPR RI ingin membantu, tapi malah ada penerima bantuannya tidak menggunakannya sebagaimana mestinya.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Mariadi Utama, menjelaskan, pembangunan batu penahan ombak masih dilanjutkan. Program tersebut akan terus berlanjut karena Muara Kandis masuk ke kawasan kritis akibat abrasi pantai.

Keberadaan bantuan 50 unit rumah menjadi bagian dari upaya menyelesaikan satu per satu persoalan dari dampak abrasi pantai. Selanjutnya, Pemkab Pesisir Selatan melakukan pembangunan batu pengamanan di sepanjang pantai yang diperkirakan mencapai panjang 250 kilometer.

Untuk membangun batu pengamanan pantai di Nagari Muara Kandis, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, membutuhkan dana sekira Rp13,2 miliar.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!