KPU Balikpapan Mulai Susun Anggaran Pilwali 2020

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Ketua KPUD Balikpapan Noor Thoha. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — KPU Balikpapan mulai mempersiapkan rencana anggaran untuk pelaksanaan pesta rakyat, pemilihan kepala daerah di 2020 yang akan berlangsung di berbagai kota kabupaten di Indonesia, dan salah satunya di Kota Balikpapan.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha menyebutkan, pihaknya tengah melakukan penyusunan anggaran. Hal tersebut dilakukan, mengingat persiapan untuk pilwali juga akan dilaksanakan pada akhir tahun ini.

“Karena nanti akan diusulkan dalam rancangan APBD Perubahan 2019. Mengingat tidak menutup kemungkinan tahapan Pilkada sudah masuk tahun ini. Misalnya pendaftaran bakal calon dari jalur perseorangan yang biasanya dimulai lebih awal,” ucapnya di Balikpapan, Selasa (18/6/2019).

Noor Thoha menjelaskan kebutuhan anggaran untuk Pemilihan Wali Kota Balikpapan diperkirakan lebih dari Rp40 miliar. Hal itu berdasarkan pengalaman dari pemilihan sebelumnya.

“Dulu Rp40 miliar dan tersisa Rp6 miliar dengan catatan bilik dan kotak suara telah tersedia. Sekarang, barang itu sudah kami lelang dan praktis untuk Pilwali harus pengadaan kotak suara dan bilik yang baru,” urainya.

Noor Thoha menyebutkan, kotak suara dan bilik yang digunakan pada Pemilu 2019 kemarin merupakan barang sekali pakai dan harus dilelang begitu Presiden dan Wakil Presiden terpilih telah dilantik. “Jadi ya harus pengadaan baru lagi,” pungkasnya.

Menurutnya, KPU RI saat ini tengah menyusun rancangan regulasi yang mengatur tentang tahapan program dan jadwal Pilkada.

“Nanti rancangan itu dibagikan ke seluruh KPU di daerah dan DPR RI, diuji akademik sebelum ditetapkan menjadi Peraturan KPU RI,” ujar Noor Thoha.

Sehingga KPU Balikpapan belum bisa memberikan keterangan resmi terkait waktu pelaksanaan tahapan Pilkada.

Tahapan Pilkada dikatakannya, biasa dilaksanakan dalam masa 8 bulan dan ia mendapat informasi pelaksanaan pemilihan jatuh pada September 2020 mendatang. Sehingga bila ditarik ke belakang, maka dianggap waktu untuk penyusunan tahapan masih mencukupi.

“Cuma untuk pihak masyarakat yang mau mencalonkan diri lewat jalur perseorangan. Mulai sekarang harus menyusun kekuatan dukungan,” tutupnya.

Lihat juga...