Kuota Siswa baru di SMAN 1 Penengahan Dipenuhi Jalur Zonasi

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pendaftar di SMA Negei 1 Penengahan untuk jalur pindahan orang tua dan siswa berprestasi minim. Calon siswa yang mendaftar di sekolah tersebut, 100 persen berasal dari jalur zonasi.

Asep Nedyana, S.Pd, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 1 Penengahan Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Asep Nedyana, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Penengahan menyebut, pihak sekolah tetap membuka pendaftaran untuk jalur prestasi dan perpindahan orangtua. Sesuai ketentuan, pendaftaran dibuka 17 Juni hingga 19 Juni 2019, secara online.

Namun, kuota jalur siswa berprestasi dan perpindahan orangtua tidak dimanfaatkan. Dengan demikian, kuota dari kedua jalur akhirnya dipindahkan ke jalur zonasi. Setelah proses pendaftaran, sekolah sudah menyerahkan data siswa ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Tahun ajaran kali ini SMA Negeri 1 Penengahan menerima 215 siswa. Mereka terbagi dalam enam rombongan belajar atau kelas IX. Setelah proses pendaftaran awal, para siswa yang diterima diwajibkan melakukan registrasi ulang.

“Pendaftar dengan jalur zonasi lebih dominan karena tidak ada peserta didik memanfaatkan jalur prestasi dan tidak ada pendaftar jalur perpindahan orangtua, saat ini mulai tahap registrasi ulang,” terang Asep Nedyana kepada Cendana News, Kamis (27/6/2019).

Asep Nedyana menyebut, masih ada kelemahan dari  sistem zonasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ketentuan jarak terdekat antara rumah dengan sekolah, mengakibatkan orangtua calon siswa masih kebingungan.

Bahkan banyak orang tua yang tetap mendaftarkan anak ke sekolah favorit, meski aturan penerimaan kali ini mempertimbangkan jarak. “Meski aturan zonasi antar kecamatan ditetapkan, namun sebagian orangtua masih berusaha menyekolahkan anaknya ke sekolah favorit di ibu kota kabupaten,” tandas Asep Nedyana.

Menurutnya, zonasi memiliki nilai positif dan negatif bagi para orangtua, siswa dan sekolah. Bagi mereka yang tinggal di dekat sekolah yang dianggap favorit, anak bisa diterima karena keberuntungan zonasi meski nilai kurang bagus.

Sementara siswa yang berasal dari zona lain, bisa mendaftar ke sekolah favorit dengan jalur prestasi. Bagi orangtua, menyekolahkan anak ke sekolah terdekat berkaitan dengan efesiensi waktu dan biaya transportasi.

Istilah sekolah favorit, unggulan dan fasilitas lengkap, disebut Asep Nedyana sudah mulai diubah dengan penataan sistem yang dilakukan. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas pendidikan, biaya setara, dan pemerataan tenaga pendidik. “Saat rapat komite sekolah sebelum PPDB, sudah ditekankan bahwa pendaftar sistem zonasi akan diprioritaskan,” beber Asep Nedyana.

Peningkatan kualitas pendidikan, agar sekolah bisa sejajar dengan sekolah lain harus dilakukan pihak sekolah. Pola pikir orangtua yang ingin menyekolahkan anak di kota yang ramai, memiliki akses jalan yang mudah, transportasi mudah, membuat penerapan zonasi belum bisa maksimal diterapkan.

Lihat juga...