hut

KY Terima 67 Calon Hakim Agung, Didominasi Hakim Karier

Editor: Makmun Hidayat

Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial, Aidul Azhar Fitriciada. -Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Komisi Yudisial (KY) menerima 67 orang yang mendaftar sebagai calon hakim agung (CHA), rata-rata didominasi hakim karier, di samping jalur nonkarier. Para pendaftar tersebut telah melengkapi data secara online.

“Pendaftaran calon hak agung periode ini didominasi hakim karier. Dari 67 calon yang mendaftar, 42 adalah jalur hakim karier sisanya 25 orang jalur nonkarier,” kata Aidul Azhar Fitriciada di Gedung KY, Selasa (25/6/2019).

Aidul menyebutkan, apabila diperinci berdasarkan profesi, para calon hakim agung (CHA) tersebut merupakan 42 orang hakim, 12 orang akademisi, 1 orang advokat, 6 orang hakim ad hoc, dan 6 orang berprofesi lainnya.

“Sementara berdasarkan jenis kamar yang dipilih, sebanyak 22 orang memilih kamar Pidana, 22 orang memilih kamar Perdata, 14 orang memilih kamar Agama, 2 orang memilih kamar TUN (khusus pajak), dan 7 orang memilih kamar Militer,” paparnya.

Berdasarkan kategori jenis kelamin, kata Aidul, sebanyak 61 orang merupakan laki-laki dan 6 orang merupakan perempuan. Sementara berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak 1 orang bergerak sarjana, 23 orang bergelar master, dan 43 orang bergelar doktor.

“Tentu kita berharap para calon hakim agung yang sudah mendaftar untuk mempersiapkan diri masing-masing ke tahap berikutnya. Karena proses seleksi hakim agung ini sangat ketat, mulai dari berkas administrasi sampai seleksi wawancara terbuka,” ungkapnya.

Lebih jauh Aidul mengatakan, Mahkamah Agung (MA) sendiri membutuhkan sebelas orang hakim agung. Dengan rincian, empat orang untuk kamar Perdata menggantikan Suwardi, Abdurrahman, Soltoni Mohdally dan H. Mahdi Soroinda Nasution.

“Sementara tiga orang untuk kamar Pidana menggantikan Artidjo Alkostar, Wahidin dan Sumardijatmo, dua orang untuk kamar Militer menggantikan Timur P. Manurung dan Gayus Lumbuun, satu orang untuk kamar Agama untuk menggantikan Muchtar Zamzami, serta satu orang untuk kamar Tata Usaha Negara dengan keahlian khusus pajak,” jelasnya.

Lihat juga...