hut

Lebaran, Penjualan Kayu Bakar dan Batok Kelapa Meningkat

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Hari raya, menjadi berkah bagi pedagang di Pasar Alok, termasuk pedagang kecil penjual kayu bakar dan batok kelapa. Bahkan penjualan kedua barang yang biasa menjadi bahan bakar tersebvut meningkat tajam.

“Selama dua hari menjelang lebaran, hingga hari ketiga lebaran, penjualan kayu bakar dan batok kelapa memang meningkat tajam. Biasanya saat hari raya, saya bisa mendapatkan pemasukan Rp700 ribu per hari,” sebut Geradud Manyela, penjual kayu bakar di pasar Alok, Selasa (11/6/2019).

Dua hari menjelang lebaran, Geraldus mendapat pemasukan Rp1 juta. Sehari menjelang lebaran, meningkat menjadi Rp1,3 juta. Selama lebaran hingga hari ketiga lebaran, pemasukan yang diterimanya rata-rata Rp1 juta per-hari.

“Kalau dipikir-pikir lumayan juga penghasilan yang saya terima. Biasanya rata-rata saat lebaran saya bisa kantongi uang rata-rata Rp1 juta, sementara kalau hari biasa paling tinggi hanya Rp500 ribu seharinya,” terangnya.

Kayu Kusambi dan Lamtoro laku. Kayu kusambil yang dibeli Rp10 ribu untuk tiga ikat, dijual Geraldus Rp20 ribu. Sementara kayu Lamtoro dibeli Rp10 ribu untuk empat ikat kayu, dijual ke pembeli dengan harga Rp20 ribu. “Saya bisa untung 100 persen, apalagi kayu bakar tidak cepat rusak dan tahan lama. Jadi risiko menjual kayu bakar sangat kecil sekali. Sementara keuntungan yang diperoleh lumayan,” tandasnya.

Geradus Manyela penjual kayu bakar di pasar Alok Maumere yang sudah tujuh tahun berjualan kayu bakar. Foto : Ebed de Rosary

Kayu bakar digunakan untuk membakar ikan maupun daging saat hari raya. Biasanya saat hari raya, orang berwisata ke pantai sambil membakar ikan dan makan bersama keluarga. “Lumayan, penjualan kayu bakar apalagi memasuki bulan Juni biasanya banyak pesta sambut baru sehingga pasti penjualan kayu bakar meningkat tajam. Saat pesta orang lebih suka memasak menggunakan kayu bakar karena biayanya lebih murah,” sebutnya.

Hal ini sebut Geradus membuat bisnis menjual kayu bakar tetap laris manis. Apalagi di Pasar Alok Maumere, hanya ada dua orang yang berjualan kayu bakar.

Yuniwati, salah seorang pedagang sembako di Pasar Alok, mengaku selama lebaran ikut menjual tempurung atau batok kelapa. “Saya menjual batok kelapa yang dibeli dari masyarakat seharga Rp50 ribu per-karung. Batok kelapa tersebut saya masukan ke kantong plastik dan dijual kembali seharga Rp10 ribu per-kantongnya,” terangnya.

Keuntungan yang diperoleh lumayan besar. Yuniwati mengaku, dalam sekarung dirinya bisa kantongi keuntungan hingga 100 persen. Satu karung setelah dimasukan ke kantong plastik bisa menghasilkan 13 kantong dan laku Rp130 ribu. “Kebetulan saya punya dua orang karyawan, sehingga mereka yang selalu menjual tempurung kelapa ini. Paling rame pembeli biasanya sehari jelang lebaran, saya bisa mendapatkan pemasukan Rp1 juta sehari,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!