hut

Lebaran, Penjualan Senjata Mainan di Aceh Barat Meningkat

Pedagang menjual senjata mainan di ruas Jalan Nasional, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (6/6/2019). Omset pedagang saat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah meningkat dari sebelumnya ratusan ribu rupiah per hari, meningkat menjadi satu juta hingga dua juga rupiah per harinya - Foto Ant

MEULABOH – Jumlah omzet penjualan senjata mainan pedagang musiman di Kota Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat, meningkat selama Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Biasanya kami hanya mampu mendapatkan penjualan sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per-hari, tapi sejak Lebaran omzet kami meningkat menjadi Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari,” kata Darwis, seorang pedagang warga Kutapadang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (6/6/2019).

Senjata mainan dijual dengan harga bervariasi. Untuk senjata jenis pistol dijual Rp25 ribu per unit. Sedangkan untuk jenis senjata berukuran sedang, dijual Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per-unit. Namun untuk senjata mainan dengan ukuran besar, para pedagang menjualnya dengan harga Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per unit.

Senjata mainan dibeli di Medan, dan selanjutnya dijual di Aceh Barat, bersama dengan pedagang lain. Ia mengaku sudah menjual senjata mainan sejak 2006 lalu, dan sampai saat ini masih dilakukan, karena sangat menjanjikan untuk memenuhi pendapatan keluarga dan kebutuhan sehari-hari. “Alhamdulillah, pendapatan dari menjual mainan ini benar-benar sangat membantu ekonomi keluarga,” kata Darwis yang merupakan perantau asal Kabupaten Bireuen, Aceh.

Hal senada juga diungkapkan Adi, pedagang asal Meulaboh. Meski pendapatan yang diperoleh hanya berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per-hari. Jumlah tersebut, sudah membuat Dia bahagia.nMereka berharap usaha menjual senjata mainan yang dilakoni oleh sejumlah pedagang musiman tersebut tidak ditertibkan oleh pihak terkait. “Sebelum Lebaran saya jualan kue kering kiloan, tapi karena sudah Lebaran, saya jual senjata mainan. Pendapatannya sangat lumayan,” tandasnya.

Seperti diketahui, salah satu tradisi anak-anak di Aceh ketika hari raya tiba yakni main perang-perangan bersama teman-temannya. Hal itu dilakukan karena anak-anak di daerah dengan julukan Serambi Mekkah, menggemari permainan perang layaknya film laga. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com