Libur Lebaran, Banyuwangi Tawarkan Atraksi “Barong Ider Bumi”

Banyuwangi tawarkan atraksi Barong Ider saat libur lebaran 2019 - Foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Daerah Banyuwangi, menawarkan atraksi tradisi bersih desa atau yang dikenal dengan Barong Ider Bumi, kepada wisatawan saat libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, Banyuwangi konsisten menjaga tradisi yang dimiliki. Warga mempertahankannya, sebagai bentuk mempertahankan kearifan lokal. Anas meyakini, kearifan lokal yang dibangun para leluhur, dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan warga.

“Ini adalah cara nguri-nguri budaya yang ditradisikan oleh Banyuwangi. Banyuwangi boleh saja maju, Banyuwangi juga boleh berkembang, tapi budaya Banyuwangi tidak boleh tertinggal dari pergaulan global. Oleh karena itu, sesibuk apapun, kami akan terus menjaga kelestarian budaya, salah satunya lewat balutan festival semacam ini,” tutur Anas.

Atraksi tersebut digelar pada Lebaran hari kedua Kamis (6/6/2019) di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Barong Ider Bumi adalah ritual tolak bala (bencana) yang sudah berlangsung turun-temurun di Desa Using (suku lokal setempat) sejak ratusan tahun yang lalu.

Ritual ini digelar setiap 2 Syawal atau lebaran hari kedua. Tradisinya ditandai dengan mengarak barong mengelilingi desa, yang diakhiri dengan kenduri massal oleh warga di sepanjang jalan desa. Acara Barong Ider Bumi, diisi oleh berbagai ritual dan kegiatan mulai dari ritual sembur othik-othik.

Ritual ini dilakukan dengan cara merebutkan uang koin yang dicampur beras kuning serta bunga. Anak-anak berebut mencari uang yang terjatuh di tanah. Sambil berebut mereka bergembira, tanpa ada rasa bermusuhan.

Usai sembur othik-othik, seluruh warga mengarak tiga barong using yang diyakini bisa mengusir bencana. Pada kesempatan tersebut, Bupati Anas turut berbaur bersama warga dan sesepuh desa. Semuanya mengikuti prosesi selamatan bersih desa tersebut sambil mengendarai kereta kencana menuju perbatasan desa. (Ant)

Lihat juga...