Lulusan Siap Kerja, Sekolah Perikanan di Pontianak Mewisuda 186 Orang

Ilustrasi -Kolam ikan - Dok: CDN

PONTIANAK – Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak mewisuda 186 peserta didik angkatan 48 Tahun Ajaran 2018/2019.

“Sebagai bentuk komitmen SUPM dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja, sampai saat ini sudah terdapat 19 siswa yang sudah diterima di beberapa perusahaan perikanan,” kata Kepala SUPM Negeri Pontianak, Mustafa, di Pontianak, Sabtu.

Dia menjelaskan di antara perusahan tersebut PT SKEI Hikari Indonesia Jakarta empat orang, PT Semesta Indah Indonesia Jakarta tujuh orang, dan PT Geovani Surabaya delapan orang.

“SUPM Negeri Pontianak merupakan salah satu di antara sembilan SUPM yang menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berkedudukan di Jakarta,” katanya.

Mustafa menuturkan, wisudawan pada Tahun Ajaran 2018/2019 berjumlah 186 orang yang terdiri atas tiga Program Keahlian, yakni Program Keahlian Nautika Perikanan Laut 49 orang, Program Keahlian Teknika Perikanan Laut 54 orang, Program Keahlian Teknologi Budidaya Perikanan 54 orang, dan Program Pengelolaan Hasil Perikanan 29 orang.

Para lulusan SUPM, katanya, telah dibekali dengan sertifikat Kompetensi Keahlian dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP), antara lain Operator Penangkapan Ikan di laut untuk NPL, Operator Mesin Kapal Ikan untuk Proka TPL, Operator Budidaya Perikanan untuk Proka TBP, dan Operator Pengelolaan Hasil Perikanan untuk Proka TPHP.

“Selain itu, untuk Proka NPL dan TPL dilengkapi dengan sertifikat Basic Safety Trending (BST) dan Ankapin II, sedangkan Ankapin II Proka TBP dengan sertifikat MPM-OPIB dan Proka TPHP dengan sertifikat HCCP”, katanya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengatakan, SUPM sudah memasuki usia setengah abad, sebagai proses perjalanan panjang.

“Harapan besar bagi kita atas pelepasan wisuda siswa SUPM ini, tentunya kita tidak hanya sekadar melepaskan saja, namun kita juga harus mengawal anak-anak kita, agar mereka mampu berkontribusi bagi daerah mereka masing-masing,” katanya.

Dengan pendidikan, pengetahuan, pengalaman, pergaulan, dan relasi sosial serta praktik-praktik kerja di tempat itu, katanya, mereka memiliki karakter yang baik untuk menjalani dunia kerja.

“Karena pendidikan ini memerlukan suatu kesiapan karakter yang unggul sehingga mereka mampu mengembangkannya di tempat mereka bekerja,” katanya. (Ant)

Lihat juga...