hut

Mahasiswa UMBJ Ajari Karang Taruna Bicara di Depan Umum

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Banyak orang memiliki banyak ide, namun tak dapat menyampaikannya di depan umum. Hal ini seperti yang dialami anggota Karang Taruna AKSARA di Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Untuk itu, sejumlah mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta menggelar pelatihan One Day Training Public Speaking, “Dare To Speak Out”.

Pelatihan berbicara di depan umum (publik speaking) diadakan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi jurusan Public Relations, Universitas Mercu Buana Jakarta, yang juga merupakan program mata Kuliah Peduli Negeri (KPN). Mereka terdiri dari Gilang Prakasa, Novinda Sri Hastuti, Sefliyana Yolanda, Shabira Elfa Bianda, Siti Maulina, Tri Widia Astuti, dan Vivi Kusumastuti.

Vivi Kusumastuti selaku ketua pelaksana, mengatakan, kegiatan KPN ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan public speaking kepada remaja Karang Taruna AKSARA, dan diharapkan akan meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum pada seluruh anggota karang taruna.

Ricky Aswendi (kanan), dosen pembimbing, dan Anggis Dinda Pratiwi, foto bersama. Foto. M. Fahrizal

Dikatakan Vivi, berdasarkan survei yang dilakukan tim KPN, ditemukan gejala, bahwa remaja yang tergabung dalam AKSARA memiliki kemampuan public speaking yang rendah.

Hampir setiap mengadakan kegiatan yang tampil sebagai pembicara adalah orang yang itu-itu saja, padahal yang lain pun sebenarnya memiliki kemampuan yang sama, hanya saja kurangnya arahan, bimbingan, dan pelatihan menjadi seorang public speaker menjadikan mereka enggan tampil, dan lebih memilih diam mendengarkan.

Menurut Vivi, Karang Taruna AKSARA memiliki 30 orang anggota yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Karang Taruna ini banyak memiliki ide kegiatan, namun sayangnya ide-ide tersebut belum dapat terlaksana, karena minimnya kemampuan dan keterampilan anggota AKSARA dalam berbicara di depan umum.

“Dengan kegiatan One Day Training Public Speaking “Dare To Speak Out” yang kami laksanakan ini, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan public speaking para anggota AKSARA, sehingga kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan AKSARA dapat terlaksana,” katanya, di Kantor Sekretariat RW 11, Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Minggu, (23/6/2019).

Tri Widia Astuti, salah satu panitia menambahkan, konsep yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini, yakni dengan memberikan materi secara bertahap dengan menampilkan narasumber atau pembicara yang dapat dicerna oleh para anggota Karang Taruna AKSARA, dengan tujuan nantinya setiap anggota memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik di depan umum.

Menurutnya, keterampilan untuk dapat berbicara di depan forum sangatlah penting. Namun untuk dapat terampil berbicara di depan umum, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kemampuan ini dapat dimiliki seseorang dengan jalan berlatih dan terus mempraktikkan dalam setiap kegiatan.

“Kita adakan edukasi pelatihan One Day Training Public Speaking “Dare To Speak Out” di Karang Taruna AKSARA dengan tujuan nantinya selain meningkatkan percaya diri dalam berbicara di depan umum, juga diharapkan anggota AKSARA dapat menjadi pembicara yang berkualitas,” ucapnya sebelum acara berlangsung.

Ricky Aswendi, dosen pembimbing Universitas Mercu Buana menyampaikan, bahwa untuk dapat berbicara di depan umum itu bisa memposisikan diri agar apa yang ingin disampaikan atau diutarakan dapat keluar tanpa ragu atau gugup.

“Berani dan percaya diri terlebih dahulu, pada nantinya akan terbiasa dan selanjutnya tentu akan menikmati berbicara di depan umum, tidak malu dan canggung,” katanya, saat memberikan sambutan.

Ricky menambahkan, kegiatan yang diadakan anak-anak mahasiswa Mercu Buana sejauh ini berjalan dengan baik. Audience dalam hal ini anak-anak karang taruna sangat menikmati apa yang disuguhkan panitia penyelenggara.

“Anak-anak karang taruna ini pada umumnya memiliki ide, gagasan, daya pikir yang tinggi, namun dalam hal berbicara di depan umum mereka tidak ada yang bisa. Dan, kegiatan ini memang atas permintaan anak-anak karang taruna AKSARA,” katanya, lagi.

Anggis Dinda Pratiwi, Head of Public Relation YOI, Founder of Pramesvari, selaku pembicara menyampaikan, bahwa untuk menjadi seorang pembicara yang harus diperhatikan di antaranya vokal yang harus jelas, gerak tubuh agar tidak kaku atau tegang ketika berada di depan.

“Untuk menghilangkan grogi ketika di atas panggung atau menjadi pembicara yang dilakukan yakni tarik nafas panjang, anggap audience sebagai teman dekat, dan tentunya dibawa santai ketika menyampaikan ke audience,” jelas Anggis yang juga pernah menjadi juara 1 Gadis Sampul 2012.

Odi Setiawan, Ketua Karang Taruna AKSARA, sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan kakak-kakak mahasiswa-mahasiswi Mercu Buana Jakarta.

Menurut Odi, kegiatan ini membantu teman-teman dalam berbicara di depan umum, dan memiliki kepercayaan diri.

“Jujur, hampir sebagian besar teman-teman karang taruna tidak ada yang berani atau bisa tampil berbicara ketika mengadakan kegiatan. Ke depan setelah mendapatkan ilmu dari kegiatan ini, menjadikan teman-teman makin berani tampil dan percaya diri dalam berbicara, tidak malu,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!