hut

Makanan Tradisional Loyang di Sumbar, Segmen Pasar Menjanjikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG PANJANG – Di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, terdapat sebuah usaha makanan tradisional yang kini terbilang memiliki pangsa yang sangat bagus. Makanan tradisional itu yakni kue kembang loyang.

Bertempat di Jalan Bagindo Aziz Chan No. 88, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, terdapat satu keluarga yang telah lama menjalani usaha kembang loyang, dengan merek makanan terinspirasi dari nama anak yaitu Kembang Loyang Aqella.

Usaha dari keluarga yang sederhana ini, ternyata telah memiliki pangsa pasar hampir merata di daerah Sumatera Barat.

Keluarga yang memiliki kesempatan menjadi bagian penerus pembuat makanan tradisional Minang itu, yakni Deswita, yang merupakan ibu rumah tangga yang kini tinggal di kota yang berjulukan Serambi Mekah tersebut.

Ia mengatakan, dalam menjalani usaha kembang loyang tersebut tidak melibatkan tenaga kerja dari orang lain, dan dalam menjalani usaha itu, Dewi dibantu oleh sang suami, yang setia menemaninya dalam menoreh rezeki jadi pelaku usaha yang bersifat rumahan.

“Sampai sekarang saya bekerja di rumah saja dan dibantu oleh suami saya, dalam membuat kue kembang loyang. Selagi sehat badan, saya memasak atau menggoreng kue loyang ini setiap harinya, dari pagi sampai sore dan bahkan hingga malam,” katanya, Kamis (20/6/2019).

Dalam sehari itu, Dewi bisa menghabiskan bahan untuk membuat kue loyang sebanyak 6 kilogram. Bahan yang dibutuhkan dalam membuat kue loyang ialah tepung beras, cabai merah, bawang merah dan putih, daun seledri, serta garam.

Cara membuatnya menggunakan cetakan khusus untuk loyang dan lalu digoreng. Dari bahan 6 kilogram itu, ia dapat menghasilkan 60 bungkus kemasan Kembang Loyang Aqella.

“Usaha ini benar-benar saya mulai sendiri pada tahun 2015 lalu, dari awal coba untuk dimakan, dan keluarga suka. Setelah itu saya coba jual sedikit demi sedikit di sekitar rumah, rupanya laris. Nah selanjutnya saya coba untuk membuat lebih banyak, dan menjualnya ke mini market di sekitar Kota Padang Panjang,” ujarnya.

Dewi menceritakan setelah memberanikan diri menjual produk makanan tradisionalnya ke mini market, ia pun kembali mencoba keberuntungan ke daerah lainnya di Sumatera Barat, seperti ke Kota Bukittinggi, Padang dan sejumlah daerah lainnya, melalui sejumlah toko oleh-oleh yang terkenal.

Ternyata, kue hasil olahan yang diracik oleh wanita dari Maninjau Kabupaten Agam ini, mendapatkan tempat di lidah para konsumen. Buktinya kue loyang yang ia masak per harinya sebanyak 60 bungkus, ludes di mini market dan toko oleh-oleh di kota kota besar di Sumatera Barat.

“Dengan demikian omzet usaha saya ini per bulannya mencapai Rp12 juta hingga Rp15 juta. Sebenarnya saya membutuhkan pekerja, tapi tidak ada yang betah, karena untuk memasak kue loyang membutuhkan waktu yang cukup lama. Setidaknya untuk satu kilogram bahan menghabiskan waktu 2 jam,” jelasnya.

Selain membutuhkan tenaga pekerja, Dewi mengaku sangat mengharapkan adanya alat memasak yang bisa membuat kinerja lebih cepat.

Alasannya, dengan melihat pangsa pasar yang bagus, dan kebutuhan pasar yang sulit untuk dipenuhi, maka alat yang lebih canggih untuk membuat bisa mencetak loyang lebih banyak, akan dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Ia optimis apabila dapat memiliki alat memasak tersebut, maka akan mampu membuat kue loyang lebih banyak dan lebih cepat.

Artinya dengan demikian, usahanya itu dapat memenuhi kebutuhan pasar, serta dapat menjual produk ke berbagai daerah di Indonesia. Untuk itu, kini Dewi masih memikirkan cara untuk memiliki alat yang ia maksud.

“Saya telah menyampaikan keinginan saya ini ke dinas terkait di Pemko Padang Panjang. Namun pihak dinas tidak bisa memenuhinya. Tapi apa yang saya lakukan ini, mendapatkan dukungan dari pemerintah di Padang Panjang, dan juga dari pihak Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat,” ucapnya.

Menurutnya, dukungan yang diberikan itu seperti memberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan sebagai momen menjual sekaligus mempromosikan produk Kembang Loyang Aqella. Kendati demikian, target mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas lagi, masih terus diupayakan olehnya.

“Sebenarnya saya ini tidak mendapatkan resep dari keluarga juga, ataupun diajarkan oleh orang lain. Saya membuat kue tradisional ini, dulu saya ada mencicipi kue loyang ini di tempat lainnya. Setelah di sana saya dapat bumbunya, lalu memberanikan diri untuk membuatnya dengan kreasi yang saya lakukan,” sebutnya.

Untuk harga Kembang Loyang Aqella ini, mulai dari harga Rp15.000  isi 30 buah kue loyang dengan motif hati. Rasa kue loyang ini gurih dan enak, serta yang paling terasa itu ialah daun seledri  serta bawang merah.

Di dalam kemasan yang dibuat Dewi, mampu tahan selama dua bulan, tergantung dengan tempat penyimpanan kuenya.

Sementara itu Kepala Bidang Mikro, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Padang Panjang, Ernawati, mengatakan, pihaknya sangat mendorong adanya masyarakat yang mengembangkan usaha makanan tradisional.

Sebab sekarang ini, tidak banyak tempat yang masih menjual makanan dengan rasa dan cara membuatnya masih secara tradisional.

“Di Padang Panjang terdapat 53 koperasi, di antara jumlah itu yang aktif masih cukup besar yakni 47 koperasi. Serta 15 lagi koperasi sudah beralih dari konvensional menjadi koperasi dengan sistem syariah,” katanya.

Selain itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Yusran Ance, dan didampingi stafnya Arum Ariantara, mengatakan, di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat tentu sangat berharap makanan atau pun kue tradisional khas Minangkabau terus tumbuh dengan baik.

Apalagi kini, dengan banyaknya lahir makanan yang terbilang telah modern, kue tradisional perlu bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan selera konsumen.

Setidaknya hal yang dilakukan oleh Dewi melalui usaha Kembang Loyang Aqella itu, dapat menginspirasi masyarakat lainnya, bahwa makanan tradisional banyak yang menyukai.

“Soal kebutuhan tentang alat itu sebenarnya bisa datang ke Padang, karena ada pihak yang mungkin dapat membantu mewujudkan keinginan Dewi,” sarannya.

Lihat juga...