hut

Masih Ada yang Bermasalah, KSU Derami Peringatkan Posdaya

Editor: Mahadeva

PADANG – Pembelokan dana Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Dampaknya, Tabur Puja, yang merupakan unit usaha dari Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami), harus mengambil kebijakan menghentikan pencairan pinjaman yang ada di Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya).

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, tidak memungkiri adanya pembelokan dana Tabur Puja di Posdaya. Setidaknya, KSU Derami mencatat tidak lebih dari lima Posdaya yang masuk katagori bermasalah tersebut. Kini Posdaya bermasalah tersebut telah dihentikan pencairan pinjaman modal usahanya.

Pembelokan dana yang terjadi diantaranya, tanda tangan palsu dan berkas-berkas yang dihimpun atas nama masyarakat. Setelah berhasil melancarkan cara itu, dana yang telah dicairkan tidak diberikan kepada nama dan mereka yang ada tanda tangannya. Dan dana digunakan oleh pengurus Posdaya.

“Dalam proses pencairan, ada berkas yang diajukan ke Asisten Kredit (AK) dan setiap pengajuan itu AK dengan pengurus Posdaya berkoordinasi, karena masyarakat di sana yang lebih tahu ialah pengurus Posdayanya, apabila oke kata pengurus Posdaya-nya, maka akan disetujui pengajuan pinjamannya oleh AK yang bertugas. Ternyata hal ini bisa dimanfaatkan juga oleh pengurus Posdaya-nya,” ujarnya, Kamis (27/06/2019).

Persoalan itu diketahui, setelah terjadi tunggakan. Akhirnya AK menemui nama-nama yang tercantum dalam pengajuan pinjaman dana modal usaha. Ternyata, setelah ditemui satu per satu, masyarakat malah kaget dan menyatakan tidak pernah mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja di Posdaya.

Dari informasi tersebut, AK menanyakan langsung ke pengurus Posdaya, dan barulah diakui oleh oknum di Posdaya. Akibatnya KSU Derami menghentikan dan bahkan menutup Posdaya tersebut. “Kerja yang seperti itu tidak benar, padahal di masing-masing Posdaya, dana Tabur Puja-nya mencapai Rp250 juta. Kalau dana sebanyak itu dimakan oleh oknum untuk berkepentingan lain, bisa-bisa rugi KSU Derami. Bagi saya, Posdaya yang demikian harus ditutup, dan harus disanksi,” tegasnya.

Dengan kasus tersebvut, KSU Derami memperingatkan setiap pengurus Posdaya dan AK, untuk lebih teliti saat menerima pengajuan pinjaman modal usaha. Tidak boleh ada lagi istilah perwakilan dalam pengajuan pinjaman modal usaha.

Ayu menyebut, semenjak temuan kasus itu, Posdaya di Padang mulai tertib dan jujur dalam mengelola dana pinjaman modal usaha. Proses pencairan dana berlangsung lebih teliti, dan masyarakat yang dibantu benar-benar sesuai dengan misi Tabur Puja, yaitu membantu keluarga pra sejahtera.

Manajer Tabur Puja Padang Margono Okta/Foto: M. Noli Hendra

Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengatakan, di 2019, KSU Derami Padang berkomitmen menurunkan NPL. Caranya, dengan melakukan pemetaan Posdaya bermasalah, terutama yang memiliki NPL tertinggi. “NPL di KSU Derami pada 2018 di bawah 3,5 persen. Artinya, tahun ini perlu ditekan lagi angka NPL-nya. Untuk itu ada lima Posdaya yang diawasi kinerjanya di 2019 ini, supaya tidak terjadi lagi NPL yang terlalu tinggi,” tandasnya.

Lima Posdaya itu adalah, Posdaya Mitra Rawang Mandiri, Kampung Jua, Mekar Jaya, Purus Saiyo II, dan Posdaya Pagati. Di ke-lima Posdaya itu, Asisten Kredit (AK) akan mendatangi Posdaya tiga kali seminggu, untuk memantau kondisi Posdaya. “Saya sebagai Manajer Tabur Puja akan menerima laporan dari AK, terkait kondisi ke-lima Posdaya itu. Tujuannya, dengan cara yang demikian, dapat mengontrol Posdaya, supaya tidak ada terjadi lagi tunggakan kredit,” ujarnya.

Dengan cara tersebut, diklaim dapat menurunkan angka NPL hingga 40 persen. Jika hal itu terjadi, maka KSU Derami Padang memastikan akan tetap dapat mensuport Posdaya. Namun, apabila tidak membaik, mau tidak mau, pinjaman Tabur Puja di Posdaya terkait harus dihentikan.

Upaya menekan NPL, memunculkan wacana untuk mendirikan Posdaya baru. “Kita di Padang melihat keberadaan Tabu Puja dapat memperbaiki ekonomi masyarakat. Untuk itu, KSU Derami Padang akan terus berupaya, agar Tabur Puja terus berperan di kalangan masyarakat kurang mampu,” tegasnya.

Meno menilai, apabila tidak dibuka Posdaya baru, maka pemasukan di KSU Derami Padang akan berhalan stagnan. Dengan demikian, lama kelamaan, Tabur Puja tidak mendapatkan peran yang berarti di kalangan masyarakat.

Posdaya yang akan dibuka, berada di Kelurahan Limau Manih Selatan Kecamatan Pauh, Padang. Dengan nama Posdaya Harapan Bangsa. Di daerah tersebut, ekonomi masyarakat-nya kebanyak adalah pedagang kecil.

Lihat juga...