Masih Berduka, ‘Launching’ PSIM Dilakukan Sederhana

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta memastikan diri siap ambil bagian dalam kompetisi Liga 2 musim 2019 ini. Tim besutan Vladimir Vujovic pun diagendakan bakal di-launching pada Selasa (18/6) malam, di Balai Kota Yogyakarta. Hanya saja, launching tim dipastikan hanya dilakukan secara sederhana.

Pilihan manajemen me-launching tim secara sederhana bukan tanpa alasan. Tim berjuluk Laskar Mataram masih berduka setelah salah satu media officernya, Rob Sumiarno, meninggal dunia, pada Sabtu (15/6) pagi, karena sakit.

“Kami rasa tidak perlu ada pesta meriah, apalagi kita juga masih dalam suasana duka, Pak Rob, kemarin meninggalkan kita semua. Jadi, launching akan kita lakukan secara sederhana di Balai Kota,” ucap Bambang Susanto, selaku CEO PSIM, Senin (17/6/2019).

Menurut Bambang, karena hanya dilakukan sederhana manajemen pun bakal membuat rangkaian kegiatan yang tidak banyak, namun tetap memiliki makna.

Sebagai rangkaian kegiatan launching, akan digelar bakti sosial di siang hari, kemudian pengajian sebelum tim di-launching secara resmi.

Bambang menambahkan, seperti tradisi yang sebelumnya dilakukan, skuat Laskar Mataram juga sudah melakukan ziarah ke Makam Raja-raja di Imogiri. Ziarah ke Makam Raja menjadi kegiatan yang tak pernah terlewatkan setiap Laskar Mataram akan memulai kompetisi.

Di samping itu, tim juga sudah melakukan serangkaian uji coba, baik di Yogyakarta maupun di luar Yogyakarrta, untuk mengukur kesiapan tim.

“Hasil uji coba sejauh ini cukup baik, progress tim juga positif. Saya terus berusaha agar performa tim meningkat,” ucap Vladimir Vujovic.

Ditambahkan, PSIM secara resmi mengikat 4 pemain baru untuk melengkapi total 28 pemain yang akan membela Laskar Mataram untuk musim ini.

Keempat pemain itu adalah Al Rizky Dwi Pradana. Pemain kelahiran Yogyakarta ini sempat membela PSS Sleman dan Bogor FC sebelum kembali ke Yogyakarta dan bergabung bersama PSIM.

Kemudian Vivi Asrizal yang untuk pertama kalinya keluar dari Banda Aceh. Winger berusia 23 tahun itu menjadi top skorer kedua bersama Persiraja Banda Aceh pada kompetisi musim 2018. Kemudian di posisi penjaga gawang, PSIM juga mengikat kiper keempat, Tegar Dadi Prakoso. Kiper asal Semarang ini sebelumnya bermain untuk Lampung Sakti.

Terakhir, Yoga Pratama yang kembali diberi kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Laskar Mataram. Selain empat pemain itu, manjemen PSIM juga resmi mengontrak dr. Anandito sebagai dokter tim.

Lihat juga...