Massa Aksi di MK Berharap Hakim Beri Putusan Secara Adil

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Imam FPI DKI Jakarta, Muhsin Alatas, meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mengintervensi Majelis Hakim Konstitusi. Dengan demikian, para pengadil perkara tersebut dapat menjatuhkan putusan atas permohonan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno secara adil.

“Kita semua hadir di sini tak lain dan tak bukan untuk memberikan dukungan kepada Majelis Hakim untuk mengambil putusan dengan seadil-adilnya,” kata dia saat berorasi di depan Gedung Indosat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Berdasar pantauan Cendana News, massa aksi bertajuk Halal Bihalal dan Tahlil Akbar 266 melakukan aksi di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat hingga gedung Mahkamah Konsitusi (MK) semakin ramai. Massa dari berbagai daerah tersebut berdatangan untuk mengikuti sekaligus melihat langsung aksi di MK.

Saat adzan Ashar berkumandang, masa pendukung 02 menggelar salat Ashar di ruas jalan tersebut. Salat berjamaah dilakukan sebagian besar massa aksi, khususnya laki-laki.

“Mari kita semua salat berjemaah untuk melancarkan aksi kita hari ini,” kata pemimpin orasi di mobil komando, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Kemudian massa bersama-sama berwudhu dengan menggunakan air minum yang disediakan. Mereka lalu kembali ke jalan membuat shaf berbekal kardus dan koran bekas sebagai sajadah. Seusai salat, orasi kembali dilanjutkan. Massa diminta duduk mendengarkan orasi.

Usai mendengarkan orasi, massa aksi bertajuk Halal Bihalal dan Tahlil Akbar 266 mereka menggelar tahlil dan baca doa bersama. Kemudian membubarkan diri. Mereka meninggalkan lokasi sekira pukul 16.35 WIB.

Mereka pulang diberi komando oleh orator dari atas mobil komando. Mobil itu juga tampak sudah meninggalkan lokasi unjuk rasa.

“Kita bubar dengan tertib, besok kita datang lagi kawal sidang di MK. Jangan lupa sampahnya dipunguti, jangan sampai sampah-sampah berserakan,” kata orator dari atas mobil komando.

Muhsin menjamin demonstrasi hari ini berlangsung damai. Karena itu, dia mengajak para demonstran untuk berjaga-jaga dari provokator. “Demo harus aman, damai, bahkan super damai,” tutur Muhsin.

Namun, Jalan Merdeka Barat masih dalam penutupan oleh pihak kepolisian, yang dibatasi tepat di depan kantor Indosat dengan menggunakan barier berwarna oranye.

Melihat massa aksi telah bubar, Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) DKI Jakarta langsung melakukan bersih-bersih area itu dari sampah yang berserakan.

Sementara itu, lalu lintas di sekitar Patung Kuda terpantau padat. Aparat kepolisian lalu lintas terlihat sibuk mengatur jalanan agar kawasan tersebut kembali lancar dan tidak tersendat.

Diberitahukan sejak pagi hingga siang hari, FPI bersama sejumlah elemen masyarakat berdemonstrasi di sekitar Bundaran Indosat menjelang sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019.

Kemudian pada Kamis (27/6/2019), MK akan menggelar sidang pengucapan putusan perkara sengketa hasil Pilpres 2019. Sidang tersebut menjadi tahapan terakhir penanganan perkara yang dimohonkan oleh Prabowo-Sandi.

Lihat juga...