Mengenal Leukemia, Penyebab Ibu Ani Yudhoyono Meninggal

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI)  Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Berita duka meninggalnya Ibu Hajjah Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo atau yang akrab dipanggil Ani Yudhoyono, Sabtu (1/6/2019), menunjukkan leukemia masih menjadi salah satu kanker yang susah disembuhkan. 

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI)  Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, menyebut, peluang hidup penderita leukemia memang kecil. “Bisa sembuh tapi kurang dari 30 persen. Pada usia lanjut, peluang ini akan semakin kecil,” kata Prof Aru saat dihubungi, Sabtu (1/6/2019).

Prof. Aru menyebut, leukemia bisa menyerang siapa saja. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam kasus penderita usia muda, peluang untuk sembuh lebih besar.  “Leukemia ini adalah penyakit dimana terjadi kekacauan dalam pabrik darah yaitu sumsum tulang. Sehingga sel leukosit menjadi ganas. Kita sebut sel blast,” urainya.

Sel blast, akan mendesak produksi sel darah merah dan trombosit. Sehingga gejala awal dari leukemia adalah lesu, lemas dan cepat lelah. “Kondisi ini terjadi karena Hb turun atau pendarahan karena trombosit rendah. Dampaknya sel Lekosit juga kurang berfungsi dalam pertahanan tubuh, sebagai akibat perubahan bentuk dan sifat,  maka pasien akan mengalami demam yang sulit turun,” urainya lebih lanjut.

Dalam keterangan tertulis tentang Leukemia yang dikeluarkan oleh Yayasan Kanker Indonesia, disebutkan, selain gejala Lemah, Letih, Lesu (3L) dan demam yang sulit turun,  gejala lain yang mungkin muncul adalah penurunan berat badan.

Kemudian  pembesaran organ yang bisa dideteksi dengan adanya area keras di perut, cepat kenyang, keringat malam dan pendarahan atau bintik-bintik merah di kulit. “Penting sekali untuk konsultasi dengan ahli medis jika mengalami gejala-gejala yang muncul. Keluhan Anemia seperti ini sering dianggap kelelahan. Dan pemeriksaan darah rutin akan membantu mengenali secara dini gangguan pada darah atau kanker darah,” kata Prof. Aru.

Prof Aru menjelaskan bahwa 95 persen penyebab kanker itu disebabkan oleh gaya hidup dan kebiasaan. “Tapi bisa juga karena ada bakat dan  adanya kelemahan dasar dalam satu sistem tubuh,” pungkasnya.

Lihat juga...