hut

Menikmati Pesona Taman Kupu-Kupu TMII

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Taman Kupu-Kupu, adalah taman bunga yang dihinggapi ragam kupu-kupu dari seluruh Indonesia. Taman tersebut dibangun di lahan seluas 500 meter persegi, berada di dalam area Dunia Serangga Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

Disepanjang jalan menuju pintu masuk taman, dapat ditemui replika kupu-kupu yang digantung. Di sisi kanan dan kiri jalan, tersaji berragam tanaman dalam pot.  Setelah tirai pintu masuk, tanaman Srigading dengan bunga putih bertangkai orange menyambut pengunjung. Sedangkan di belakang tembok pintu masuk, berdiri kokoh pohon kalpataru, yaitu anting putri.

Terhampar juga berragam jenis tanaman bunga, yang sering dihinggapi kupu-kupu. Seperti bunga air mata pengantin, bunga kertas, pagoda, soka, dan nusa indah. Di taman kupu-kupu, pengunjung dapat melihat pesona kupu-kupu yang terbang kesana kemari, dan mengisap madu dari setiap bunga yang dihinggapinya.

Kepala Dunia Serangga TMII, Lili Kundarsetiadi. Foto: Sri Sugiarti.

“Taman Kupu-Kupu ini dibangun 1998 atas permintaan pengunjung. Kita sadar, membikin taman ini mudah, tapi perawatan dan pemeliharaan koleksi kupu-kupu butuh perjuangan, karena harus mencari orang yang telaten,” kata Kepala Dunia Serangga TMII, Lili Kundarsetiadi, kepada Cendana News, Selasa (18/6/2019).

Atas permintaan pengunjung, kemudian Bapak Soedjarwo, melalui Yayasan Sarana Wana Jaya mewujudkan keberadaan Taman Kupu-Kupu di Dunia Serangga TMII. Tujuannya, untuk memperkenalkan keaneka ragaman serangga kupu-kupu kepada masyarakat.

Selain Taman Kupu-Kupu, dibangun pula fasilitas kebun pakan, kandang penangkaran, dan laboratorium. Fasilitas ini diharapkan, menjadi unit usaha penangkaran dan pelestarian kupu-kupu yang dilindungi.”Semua kupu-kupu yang ada di taman ini dari kepulauan Indonesia. Dalam sehari, kita bisa melepaskan delapan hingga 10 jenis kupu-kupu yang akan menghiasi taman ini,” ujarnya.

Adapun koleksi lainnya adalah, serangga air, serangga daun dan serangga ranting. Sedangkan terkait dengan perawatan dan pemeliharaan kupu-kupu, setiap pagi petugas harus mengambil telur kupu-kupu, dan kemudian dimasukkan ke laboratorium.

Setelah telurnya menetas menjadi ulat kepompong, lalu dimasukkan ke dalam Taman Kupu-Kupu. “Jadi kita juga ingin menunjukkan keanekaragaman kupu-kupu hidup yang bisa ditangkarkan,” ujarnya.

Kupu-kupu hidup, tidak bisa lepas dari sumber pakannya. Kupu-kupu tidak pernah salah meletakkan telurnya. Ketika telur menetas menjadi ulat kepompong. Maka ulat itu akan langsung memakan daur hidup, kalau tidak akan mati. “Jadi kupu-kupu sangat tergantung pada sumber pakan untuk kelangsungan hidup,” tandas Lili.

Sehingga, membuat Taman Kupu-Kupu itu pertama, kita harus siapkan sumber pakan ulatnya terlebih dulu. Di area taman ini tersaji ragam sumber pakan. Diantaranya, pohon jeruk, pikus, beringin, sirih hutan, cempaka dan sirsak. “Itu semua pakan ulat yang kita punya,” ujar Lili.

Selain sumber pakan, tersaji juga ragam tanaman berbunga baik yang musiman dan yang non musiman. Adapun bunga yang musiman, seperti bunga air mata pengantin, kertas, dan pagoda. Di bunga air mata pengantin, terdapat nektar dan bee pollen yang disukai lebah, kupu-kupu, kumbang dan semut. “Jadi kita sediakan dua sumber pakan. Yaitu pakan ulat kepompong dan pakan kupu-kupu,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, penting juga tanaman peneduh, baik itu  di dalam area Taman Kupu-Kupu maupun di luar. Di Taman Kupu-Kupu, tanaman peneduhnya adalah, pohon Sawo dengan daun yang rindang dan menyejukkan. Terkait untuk penakaran, pihaknya masih menyuplai Kupu-Kupu dari Bali. Namun beberapa koleksi Kupu-Kupu juga diambil dari Bogor, Jawa Barat, we untuk proses kawin silang (crossbreeding). “Jadi biar keturunannya bagus,” tukasnya.

Dengan hadirnya Taman Kupu-Kupu ini, Lili berharap pengunjung lebih bisa berbuat arif dan bersahabat teehadap alam. Sehingga kita bisa hidup berdampingan dengan alam.  Apalagi, kupu-kupu adalah bio indikator lingkungan. Dimana ada kupu-kupu, pasti disitu biologinya masih bagus.

Untuk itulah, petugas taman selalu mengingatkan, agar kupu-kupu jangan dipegang atau disentuh, biarkan bebas berterbangan. Tujuannya, untuk pelestarian kupu-kupu. Di dalam ruangan Dunia Serangga TMII, terdapat sekira 250 jenis kupu-kupu. Seluruh koleksi dipamerkan dalam kotak kaca.

Taman Kupu-kupu saat ini menjadi sarana edukasi pengunjung, khususnya para pelajar dalam mengenal habitat fauna. Dilengkapi labioratorium disurut area Dunia Serangga TMII sebagai sarana penelitian dan penangkaran terbuka bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar bagaimana mengoleksi, membuat awetan serangga, identifikasi serta memelihara serangga hidup dan mati.

Kupu-kupu menghiasi Taman Kupu-Kupu di area Dunia Serangga TMII. foto: Sri Sugiarti

Dunia SeranggaTMII juga memberikan layanan jasa bimbingan praktek penangkaran kupu-kupu dan belalang. Dunia Serangga TMII dibangun atas prakarsa pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dengan restu almarhumah Ibu Negara yaitu Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.

Tujuan utama, untuk memperkenalkam keragaman dunia serangga dan merangsang kepedulian masyarakat masyarakat, terhadap peran dan potensi alam. “Dunia Serangga ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1993 bertepatan HUT TMII ke 18. Lalu pada 1998, dilengkapi dengan Taman Kupu-Kupu,” ujarnya.

Lili berharap, pengembangan di TMII, khususnya untuk tata lingkungan agar menanam pohon disesuaikan dengan  fauna yang ada di TMII. Syukur-syukur, semua pohon atau tanaman yang ditanam itu asli Indonesia.

Lihat juga...