Miliki Homestay, Kesejahteraan Petani Sayur Samiran Meningkat Drastis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOYOLALI – Kesejahteraan warga desa Samiran, Boyolali, Jawa Tengah, meningkat drastis sejak beberapa waktu terakhir. Hal itu tak lepas dari adanya berbagai pemberdayaan ekonomi yang digalakkan Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari di wilayah ini.

Begitu besarnya potensi wisata yang ada di desa Samiran, dimanfaatkan betul oleh Yayasan Damandiri dengan membentuk koperasi sebagai wadah semua kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa setempat. Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran inilah yang mendorong warga membuka usaha di bidang pariwisata.

Salah satunya adalah usaha penyewaan hunian sementara atau homestay bagi para wisatawan. Jalanan kampung yang berada di lereng Gunung Merbabu disulap menjadi Kampung Homestay Damandiri.

Di tempat yang mengarah langsung ke view Gunung Merapi ini, rumah-rumah warga direnovasi menjadi puluhan homestay.

Selain membuat kamar-kamar untuk menginap, Yayasan Damandiri juga memberikan berbagai bantuan berupa fasilitas pendukung seperti kamar mandi, tempat tidur, kipas angin, rak, dan sebagainya. Melalui homestay inilah, diharapkan kesejahteraan warga desa akan meningkat seiring adanya usaha baru.

“Dulu sekitar tahun 2000-an pernah ada program homestay serupa yang digagas oleh pemerintah. Tapi tidak jalan dan akhirnya mati atau berhenti. Baru setelah ada program dari Yayasan Damandiri ini, usaha homestay bisa jalan. Bahkan berkembang pesat, hingga kampung Homestay Damandiri dikenal luas seperti saat ini,” ujar pengurus Kampung Homestay Damandiri, Bayu Pramana, belum lama ini.

Bagi warga sendiri, keberadaan kampung Homestay Damandiri jelas memberikan pengaruh besar secara ekonomi. Mayoritas warga yang sebelumnya hanya bekerja sebagai petani sayur atau tembakau, kini bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil menyewakan homestay. Yang pada akhirnya tentu akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Seperti dirasakan, Alip, warga dusun Segaran, Samiran, Selo, Boyolali. Pemilik homestay Thalia Zahra ini, kini mengaku mendapat tambahan penghasilan yang cukup lumayan setiap bulannya.

Pendapatan itu ia dapatkan dari hasil menyewakan beberapa kamar yang ada di rumahnya. Saat libur lebaran kemarin, ia bahkan mengaku sampai kewalahan melayani tamu wisatawan.

Alip, warga dusun Segaran, Samiran, Selo, Boyolali. Pemilik homestay Thalia Zahra – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Saat lebaran kemarin semua kamar sudah di-booking. Jadinya ya sampai nolak-nolak tamu yang mau menginap. Karena kamar semua penuh,” ujarnya.

Alip sendiri mengaku bisa mengantongi tambahan penghasilan hingga ratusan ribu setiap harinya dari hasil menyewakan homestay. Jumlah itu terhitung besar, jika dibandingkan dari penghasilannya bertani sayur, pekerjaan sehari-hari yang dijalaninya selama ini.

“Sebelum ada homestay ini saya cuma bertani sayur. Hasilnya tidak seberapa, karena harus keluar modal banyak. Tapi dengan adanya homestay ini, kesejahteraan kita bisa perlahan meningkat. Karena otomatis ada pemasukan baru. Ya lumayan setiap sewa 1 kamar dapat Rp150 ribu,” katanya.

Melihat perkembangan usaha homestay di desa ini, kini bahkan tak sedikit warga yang memilih fokus mengembangkan homestay dibanding bertani. Bahkan mereka juga mulai secara mandiri membangun kamar-kamar tambahan untuk disewakan kepada tamu wisatawan.

“Karena sudah tahu untungnya lumayan, banyak warga yang bangun homestay sendiri. Bahkan tidak lagi bertani. Ada warga yang kamarnya sekarang sampai 8 buah. Fasilitasnya juga dilengkapi dengan TV, pemanas air, dan sebagainya,” katanya.

Lihat juga...