hut

Nagari Mandiri Pangan Disebut Mampu Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus mengupayakan hasil pertanian dalam kondisi yang bagus dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat. Berbagai program diluncurkan, di antaranya bantuan alat pertanian, pupuk, bibit, dan hingga tenaga pendamping melalui Penyuluh Pertanian di setiap kecamatan.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

“Nagari Mandiri Pangan menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Peran penyuluh pertanian dibutuhkan dalam menyukseskan hal ini, karena merekalah yang paling dekat berada di lingkungan pertanian itu sendiri,” ujar Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Senin (17/06/2019).

Tidak dapat dipungkiri, sebutnya, jika ada persoalan pertanian, masyarakat akan datang menemui pihak penyuluh pertanian. “Nah ini lah yang kita harapkan, dengan demikian produksi pangan di Pesisir Selatan bisa lebih baik,” tambahnya.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Alfis Basyir menambahkan, di daerah tersebut telah ada dua Nagari Mandiri Pangan yaitu Nagari Sungai Tunu Kecamatan Ranah Pesisir dan Nagari Taratak Kecamatan Sutera.

Sedangkan untuk tahun ini dipersiapkan tiga lagi, yaitu Kambang Utara Kecamatan Lengayang, Limau Gadang Lumpo Kecamatan IV Jurai dan Inderapura Selatan Kecamatan Pancung Soal.

“Jadi Nagari Mandiri Pangan ini cara kita menciptakan pertanian yang mandiri. Dari hasil pertaniannya bisa mencukupi kebutuhan di nagari/desa itu sendiri. Apabila surplus, barulah dikirim ke daerah lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Effendi menjelaskan di Sumatera Barat ada kegiatan yang dikenal dengan Nagari Mandiri Pangan, jadi kegiatan pengembangan kawasan/pembinaan nagari mandiri pangan merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dan kerawanan pangan.

Kegiatan itu pun berdasarkan UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan bahwa kerawanan pangan dapat diartikan sebagai kondisi suatu daerah atau rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan bagi pertumbuhan dan kesehatan.

Sehingga kondisi kerawanan pangan dapat bersifat kronis dan transien. Kerawananan pangan juga disebabkan oleh kemiskinan yang berkepanjangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan, peningkatan daya beli dan akses pangan rumah tangga, untuk memenuhi kecukupan gizi rumah tangga,” paparnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!