hut

Omset Cafe Damandiri Samiran Capai Rp6 juta per Hari

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BOYOLALI — Sejak diresmikan sekitar tahun 2017 lalu, Warung Cafe Damandiri yang merupakan unit usaha Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, kec Selo, Boyolali, Jawa tengah terus mengalami perkembangan luar biasa.

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana. Foto: Jatmika H Kusmargana

Warung yang didirikan sebagai bagian program Desa Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri ini, bahkan menjadi salah satu icon baru di Desa Wisata Selo. Selain menjadi tujuan favorit wisatawan, Warung Damandiri ini juga menjadi pendongkrak perekonomian masyarakat desa sekitar.

Terletak di ketinggian 1.700 meter lebih di lereng gunung Merbabu, Warung Damandiri tak hanya menyajikan menu makanan favorit bagi pengunjung. Lebih dari itu, juga menyajikan panorama menakjubkan lanskap Gunung Merapi. Dengan suasana khas pegunungan yang sejuk dan masih sangat alami.

“Sebelum dibangun, dulu tempat ini hanyalah lahan perkebunan yang sangat sepi. Namun kini, hampir setiap hari tempat ini selalu ramai pengunjung. Apalagi saat akhir pekan atau masa liburan,” ujar Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, yang juga warga desa sekitar.

Semakin dikenalnya Warung Damandiri, bahkan membuat pihak pengelola harus memperluas warung ini agar mampu menampung lebih banyak pengunjung. Semula hanya berukuran kecil ini, kini telah dilebarkan, baik di sisi kanan maupun kiri.

Dari sisi penghasilan, Warung Damandiri ternyata mampu meraup omset cukup besar. Bagaimana tidak, dalam satu hari rata-rata warung ini bisa meraup pemasukan hingga Rp2 juta. Saat memasuki akhir pekan atau masa liburan, omset warung bahkan bisa meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Selama libur Lebaran kemarin, omset Warung Damandiri bahkan bisa mencapai Rp6 juta per hari. Meningkatkan 3 kali lipat dari hari biasa yang rata-rata hanya Rp2 juta per hari,” papar Bayu.

Mulai buka pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB, mayoritas pengunjung Warung Damandiri adalah kalangan pemuda pemudi. Selain itu banyak juga dari kalangan keluarga yang tengah berwisata. Juga tidak ketinggalan turis asing yang ingin menikmati suasana alam pegunungan di kawasan ini.

“Kendala kita mungkin lebih pada cuaca yang sangat dingin saat malam hari. Karena memang lokasinya yang berada di atas dan tempatnya terbuka. Apalagi saat musim kemarau seperti saat ini. Sehingga Warung hanya buka sampai pukul 20.00 malam saja,” katanya.

Lihat juga...