hut

Parade Teater Daerah Upaya TMII Lestarikan Tradisi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar Parade Teater Daerah 2019. Parade yang digelar untuk ke delapan kalinya ini diharapkan dapat mewujudkan pengembangan budaya tradisi Indonesia.

Koordinator Anjungan Daerah TMII, Maryano, mengatakan, acara ini digelar untuk mendorong seni teater tradisi dari setiap daerah yang ada di Indonesia, melalui karya seni dari seniman-seniman daerah.

“Parade Teater Daerah ini adalah salah satu tradisi seni gerak dan tari daerah yang ditampilkan, untuk bisa membawa kita memahami budaya yang sebenarnya,” kata Maryano, dalam sambutannya saat membuka Parade Teater Daerah ke-8 di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Acara ini merupakan iven nasional yang konsisten digelar TMII, setiap tahun. Melalui gelaran seni teater ini, menurutnya, TMII berupaya melestarikan budaya Indonesia sesuai dengan misi dan visi. Yakni, melestarikan, mengembangkan dan mengenalkan khazanah budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Koordinator Anjungan Daerah TMII, Maryano, saat membuka Parade Teater Daerah ke-8 di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (22/6/2019). Foto: Sri Sugiarti

Pada 2019 ini, kegiatan diikuti tujuh provinsi, yaitu Jambi, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, Riau, Aceh, dan Kepulauan Riau.

Menurutnya, peserta tahun ini menurun dari tahun sebelumnya, yang sebanyak sembilan provinsi. Penurunan peserta ini karena kondisi politik dan situasi nasional yang berdampak pada anggaran yang membuat pemerintahan daerah yang ikut akhirnya membatalkan.

“Contoh, Yogyakarta yang tahun lalu juara, karena situasi anggaran tidak ikut pada tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, Parade Tari Daerah ini adalah wadah untuk pencinta seni budaya dalam mengekspreasikan kesenian yang mereka ciptakan. Dia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan kreasi seni anak bangsa dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Pada kegiatan ini, jelas dia, materi yang disajikan berupa teater garapan baru yang selalu berpijak pada tradisi daerah, yang belum pernah ditampilkan sebelumnya.

“Seni teater yang ditampilkan pada parade ini adalah hasil seleksi dari daerah masing-masing. Diharapkan bisa membawa kita lebih mengenal budaya khas daerah, dan mencintainya,” tandasnya.

Mengawali pertunjukan, Provinsi Jambi tampil memukai penonton dengan tema ‘Telur Itik’. Seni teater ini berkisah tentang panen padi berlimpah, warga desa mengucap syukur dengan menggelar upacara adat diiringi dengan alunan musik khas daerah dipadu gerakan tari yang gemulai.

Warga bercengkraman dalam gerak dan tari. Upacara adat diakhiri dengan makan bersama. Dan, di antara kerumunan warga, adalah Sodikin, pedatang baru dari pulau Jawa sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini.

Tak lama setelah upacara adat, warga dihebohkan oleh penyakit misterius, Sodikin yang mengalami sakit perut.

Perut Sakidin membesar dan keras seperti gunung yang akan meletus. Warga heran, karena ini kali pertama terjadi di kampung ini. Ada dugaan, penyakit Sodikin disebabkan oleh telur itik yang dikonsumsi, saat makan bersama setelah upacara adat.

Bukan sembarang telur itik. Melainkan telur itik jantan anak setan. Sodikin bisa sembuh kalau anak itik itu dibunuh.  Warga pun menemukan dan membunuh itik jantan anak setan, dan nyawa Sodikin terselamatkan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!