hut

Pasar Ikan Kedongan-Bali, Sepi Ditinggal Mudik Pedagang

Editor: Koko Triarko

BADUNG – Sejumlah kios pasar ikan di Kedongan, Badung, Bali, nampak sepi karena ditinggal mudik oleh para pedagang ke kampung halaman.

Pasar yang sehari-hari biasanya ramai dengan hiruk-pikuk pra pedagang dan pembeli ikan ini, sudah sejak dua hari belakangan terlihat tidak ada aktivitas. Kios ikan yang biasa penuh dengan pajangan ikan, hari ini tampak kosong melompong.

Meski begitu, masih ada satu-dua pedagang yang berjualan di pasar yang terletak di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, ini.

Toha, pedagang ikan di pasar Ikan Kedonganan, Badung, Bali. -Foto: Sultan Anshori

Toha, salah seorang pedagang ikan di pasar tersebut mengatakan, para pedagang ikan di pasar ini kebanyakan mudik sejak lima hari lalu. Menurutnya, mereka beralasan pulang lebih cepat karena bisa lebih lama di kampung.

“Apalagi sekarang musim liburan panjang sekolah. Jadi, mereka pulang lebih cepat,” Toha, saat ditemui Selasa (4/6/2019).

Toha menambahkan, biasanya kondisi ini akan kembali normal pada H+5 Lebaran. Karena para pedagang yang pulang kampung sudah kembali ke Bali, untuk melakukan aktivitasnya di pasar ikan ini.

Sepinya pasar juga ditambah oleh minimnya pasokan ikan, baik dari para nelayan lokal maupun ikan kiriman dari pulau Jawa. Menurut Toha, hal tersebut juga karena tidak beraktivitasnya para nelayan untuk mencari ikan di laut.

“Ya, kalau pas mendekati idul fitri seperti ini, para nelayan juga ikut libur,” kata pria asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini.

Sepinya pedagang ikan di pasar ikan Kedonganan juga dirasakan oleh masyarakat yang ingin mencari dan membeli ikan untuk dikonsumsi.

Luh Andriani, warga Denpasar, mengaku cukup kesulitan mencari ikan. Ia yang biasanya membeli ikan dengan mudah dan banyak pilihan. Namun, saat ini ia harus bersusah payah untuk mendapatkan ikan.

Bahkan, ia harus pergi ke pasar sebelah (pasar ikan Kedonganan) yang berada persis di selatannya. Dan, hasilnya pun sama. Di sana ia tidak mendapatkan ikan yang dicarinya.

“Ya mau bagaimana lagi? Ditinggal mudik oleh pedagangnya,” kata Luh Andriani.

Dengan terpaksa, ia membeli ikan seadanya untuk bisa dibawa pulang, untuk dimasak bersama keluarga. “Saya biasanya cari ikan tongkol di sini. Ada sih, tapi tidak segar karena mungkin ikan disimpan di freezer, gitu. Akhirnya beli ikan junky, aja,” tandas wanita dua anak ini.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!