hut

Pekan Depan KSU Derami Padang Kembali Layani Tabur Puja

Editor: Koko Triarko

PADANG – Unit usaha Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, kembali membuka layanan pinjaman modal usaha di 30 Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya), usai menjalani libur Lebaran 2019.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, KSU Derami mengambil kebijakan untuk menutup sementara layanan pinjaman Tabur Puja di 30 Posdaya yang menjadi mitra koperasi pada sebelum Idulfitri. Hal itu beralasan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan modal usaha. Usai Lebaran ini, mulai pekan depan, Tabur Puja sudah bisa kembali melayani pengajuan pinjaman modal usaha.

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/ Foto: M. Noli Hendra

“Biasanya pada awal kerja usai Lebaran ini tidak begitu banyak yang mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja. Sementara kalau melihat pada sebelum Lebaran, banyak pengajuan yang masuk ke meja Asisten Kredit. Jadi pada momen usai Lebaran ini, kita kembali melayani,” katanya, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, kebijakan menutup dan membuka kembali layanan Tabur Puja telah lama diberlakukan, karena belajar dari kondisi sebelumnya, akan banyak terjadi tunggakan kredit bila memberikan pinjaman kepada masyarakat pada momen sebelum Lebaran. Padahal, hal yang ingin dicapai oleh KSU Derami membantu masyarakat untuk bisa memperbaiki kondisi perekonomian, dan menargetkan Tabur Puja dapat mengentaskan kemiskinan.

Untuk itu, Ayu menyebutkan sangat berisiko bila tetap diberikan pinjaman dana Tabur Puja di momen jelang Lebaran, baik untuk masyarakat yang mengajukan, maupun yang sudah menjadi anggota Tabur Puja sejak lama.

Risiko yang dimaksud, yakni pinjaman yang semula untuk pengembangan usaha, digunakan untuk kebutuhan membeli baju Lebaran dan hal lainnya, sehingga dikhawatirkan dapat terjadi tunggakan kredit.

“Kita memberikan pinjaman itu karena ingin membantu masyarakat untuk mengembangkan usahanya, baik yang baru jalan, maupun yang telah lama jalan. Kalau digunakan untuk konsumtif, mereka tidak bisa mendapatkan pemasukan, jika tidak ada pemasukan, bagaimana mereka bisa membayar kredit per pekan itu? Nah, inilah yang kita antisipasi, supaya tidak berdampak tidak baik bagi keuangan KSU Derami,” katanya.

Dikatakannya, dengan adanya ketentuan penutupan sementara pencairan pinjaman modal usaha sebelum Lebaran itu, bukan bermaksud meragukan kemampuan finansial masyarakat untuk melakukan pembayaran kreditnya yang dilakukan per pekan. Tetapi melakukan upaya untuk menghindarkan masyarakat dari utang-piutang dalam memenuhi kebutuhan Lebaran, yang hanya berlangsung selama lima hari, dan utang yang harus dibayarkan selama berbulan-bulan.

“Kalau digunakan untuk modal usaha, tidak masalah, karena ada usaha yang dijalani dan hasil yang akan diperoleh. Sedikit demi sedikit uang yang dikumpulkan melalui pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, dapat membayarkan kredit dan dapat mengembangkan usaha yang dijalani,” ujarnya.

Ayu mengaku, jelang Lebaran pengajuan pinjaman dana ke Tabur Puja cukup banyak, tidak hanya anggota baru, tapi juga anggota yang lama. Namun mengingat kebijakan di KSU Derami tidak lagi melakukan pencairan pinjaman modal usaha, mau tidak mau pengajuan yang masuk terpaksa ditolak melalui Asisten Kredit (AK) yang bekerja di lapangan.

Dikatakannya, meskipun keberadaan Tabur Puja di Padang bertujuan untuk membantu keluarga kurang mampu dalam hal mengentaskan kemiskinan, bukan berarti tidak ada batasan waktu untuk tidak melayani masyarakat yang kurang mampu tersebut.

Seperti halnya momen jelang Lebaran ini, Tabur Puja benar-benar tidak memberikan pencairan pinjaman modal usaha kepada mereka.

“Mungkin kebijakan seperti ini tidak hanya di Tabur Puja, tapi pihak lembaga keuangan lainnya juga melakukan hal yang sama. Karena memang kuat dugaan, jika ada pencairan pinjaman dana, bakal lebih besar digunakan untuk kebutuhan konsumtif,” sebutnya.

Untuk itu, Ayu menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang telah mengajukan pinjaman baru kepada Tabur Puja, karena tidak bisa memenuhi pengajuan pinjaman modal usahanya. Namun usai Lebaran ini, kepada masyarakat kembali dipersilakan untuk mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja di 30 Posdaya yang ada di Padang.

“Maskud kita baik, karena kepentingan masyarakat juga. Tujuan mempermudah masyarakat dalam memperbaiki ekonomi, nanti malah jadi memberatkan masyarakat. Untuk itu, harap dimengerti oleh masyarakat, dan Asisten Kredit Tabur Puja akan menunggu di Posdaya-Posdaya usai Lebaran ini, untuk melayani pengajuan pinjaman modal usaha,” ungkapnya.

Lihat juga...