hut

Pemanfaatan Teknologi Digital, Majukan ‘Homestay’ Damandiri Samiran

Editor: Makmun Hidayat

BOYOLALI — Semakin maju dan berkembangnya Kampung Homestay Damandiri di Desa Mandiri Lestari Samiran Selo Boyolali, Jawa Tengah, memang tak bisa dilepaskan dari kreativitas dan inovasi yang dilakukan pengurus Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran selaku pengelola puluhan homestay milik warga.

Koperasi yang digawangi anak-anak muda desa setempat inilah yang menjadi jembatan penghubung dalam hal pemasaran antara pelaku usaha homestay, dengan para wisatawan dari luar daerah yang ingin berkunjung dan menginap di kawasa wisata Selo.

Selain memasarkan homestay melalui website sendiri, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, ternyata juga melakukan inovasi promosi dengan cara memanfaatkan aplikasi berbasis android.

Pemanfaatan teknologi digital terbaru semacam inilah yang menjadi kunci sukses keberhasilan Kampung Homestay Damandiri saat ini.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana. -Foto: Jatmika H Kusmargana

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, mengaku mulai memanfaatkan teknologi digital berbasis android untuk mempromosikan Kampung Homestay Damandiri sejak beberapa bulan terakhir. Caranya ialah dengan bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa layanan pemesanan hotel/penginapan berbasis online.

“Sudah sekitar setahun terakhir ini kita kerjasama dengan Traveloka. Jadi tamu wisatawan dari manapun bisa memesan kamar homestay di Kampung Homestay Damandiri ini secara online lewat situs atau aplikasi ini. Sehingga lebih mudah,” ungkapnya.

Bersama pengurus Koperasi lainnya, Bayu mengaku awalnya harus mengajukan proposal tawaran kerjasama agar homestay milik warga bisa masuk dalam situs pemesanan hotel/penginapan terkenal tersebut. Setelah melakukan sejumlah lobi dan negosiasi akhirnya usulan itupun disetujui.

“Dengan masuk dalam situs Traveloka ini, promosi homestay menjadi lebih efektif. Keberadaan homestay juga bisa dengan cepat diketahui atau dikenal masyarakat luas. Meskipun sebagian pendapatan yakni sebesar 17 persen harus dibagi dengan pihak Traveloka,” katanya.

Jika tarif normal biaya sewa kamar homestay hanya Rp150ribu per malam, maka wisatawan yang ingin memesan kamar melalui Traveloka harus membayar lebih mahal yakni Rp200ribu per malam. Meski tarif sewa menjadi lebih mahal, namun nyatanya hal itu mampu mendongkrak jumlah kunjungan tamu wisatawan.

“Jadi kerjasama dengan Traveloka itu kita arahkan hanya untuk ajang promosi saja. Agar Kampung Homestay Damandiri bisa mudah diketahui. Tapi kebanyakan wisatawan justru akan memesan kamar langsung ke Koperasi atau pemilik homestay. Tidak lewat Traveloka. Karena lebih murah,” katanya.

Semenjak semakin dikenal, Kampung Homestay Damandiri, Desa Samiran, Selo, Boyolali, kini bahkan telah banyak dibidik oleh perusahaan penyedia jasa layanan pemesanan hotel/penginapan berbasis online lainnya untuk kerjasama. Namun pihak Koperasi sendiri mengaku belum mau menerima tawaran tersebut.

“Kemarin sebenarnya banyak yang juga pengen ajak kita kerjasama. Seperti Pegi-Pegi.com dan Boking.com. Namun masih belum kita iyakan, karena dengan Traveloka saja kita sudah kewalahan. Hal ini tak lepas karena masih terbatasnya jumlah homestay maupun kamar yang ada,” ungkapnya.

Lihat juga...