hut

Pemasaran Masih menjadi kendala Utama Perajin di Gianyar

Editor: Mahadeva

GIANYAR – Pemasaran masih menjadi kendala  utama perajin di Kabupaten Gianyar. Kendala bahan baku, mutu SDM saat ini secara perlahan sudah mulai bisa teratasi.

Saat ini, kendala baru yang muncul adalah terbentur dengan lesunya pasar. Kepala Desa Celuk, I Nyoman Rupadana, yang juga Ketua Asosiasi Perak Desa Celuk menyebut, sangat memahami kendala yang dihadapi perajin perak di wilayahnya.

Perajin yang bertahan saat ini adalah yang memiliki modal besar, memiliki tenaga kerja dan pangsa pasar yang tetap. Idealnya kata Nyoman Rupadana, saat ini sudah memiliki banyak generasi muda yang cakap di bidang teknologi, terutama yang menguasai masalah desain produk.

“Untuk bahan baku kita sudah sangat terbantu dengan adanya kebijakan pemerintah tentang pengenaan pajak terhadap bahan baku perak yang sudah mulai melunak. Begitu pula halnya dengan berbagai sosialisasi dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk meningkatkan mutu SDM.” Jelasnya, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, ujung dari sebuah bisnis adalah pemasaran. Jika sudah memiliki mutu SDM yang bagus, semangat menciptakan inovasi-inovasi baru dibidang desain produk. “Tetapi jika pemasaran seret takutnya mereka akan patah semangat dan tidak mau lagi berkecimpung di bidang industri kerajinan perak,” tegas I Nyoman Rupadana.

Jumat (14/6/2019), digelar pendampingan bagi perajin binaan Dekranasda Provinsi Bali di Arimasta Silver di Desa Celuk Sukawati. Dalam kesempatan tersebut, Dekranasda kabupaten maupun provinsi, diharapkan dapat menampung semua permasalahan yang dihadapi perajin di Gianyar.

Pemilik Arimasta Silver, Ni Wayan Latri Astuti, menyebut, jika ingin bertahan, tidak bisa hanya mengharapkan kunjungan tamu yang mampir ke artshop. Saat ini Arimasta sudah memiliki pembeli tetap dari luar negeri, yang secara rutin order barang di tempatnya.  “Oleh karena itu kami sangat berharap dibantu mengenai masalah pemasaran,” kata Ni Wayan Latri Astuti.

Kabid Perdagangan Disperindag Provinsi Bali, Gede Suamba, mengatakan, inilah pentingnya acara pendampingan yang digelar secara rutin. Hal itu, untuk mengetahui lebih dekat apa kendala yang dihadapi oleh perajin. “Kami juga mengharapkan agar para perajin mulai memanfaatkan pemasaran secara online disamping memang ada dari Dekranasda Kabupaten yang memberikan fasilitas pameran di berbagai event tertentu,” kata Suamba.

Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Diana Dewi Agung Mayun, menyebut, Dekranasda Kabupaten Gianyar berkomitmen membantu perajin di daerahnya. Selama ini Dekranasda sudah memberikan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan mutu SDM para perajin di Gianyar, memfasilitasi promosi melalui event pameran.

“Lewat kunjungan ini kami juga mencari masukan untuk program kedepannya, kegiatan atau pelatihan apa yang diperlukan oleh para perajin. Kami ingin program yang kami buat benar-benar bermanfaat,” tandas Diana Dewi Agung Mayun.

Lihat juga...