Pemda Upayakan Halmahera Barat Bebas dari Anak Putus Sekolah

TERNATE — Pemerintah Kabupaten (Pemda) Halmahera Barat terus mengupayakan kabupaten itu bebas dari anak putus sekolah, baik di semua jenjang sekolah, terutama yang disebabkan faktor keterbatasan ekonomi orang tua anak.

Bupati Halmahera Barat Danny Missy mengatakan, berbagai ter1obosan terus dilakukan Pemkab Halmahera Barat untuk membebaskan daerah itu dari anak putus sekolah, di antaranya program pendidikan gratis.

Selain itu, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, seperti pengembangan tanaman jagung sehingga diharapkan dari penghasil tersebut dapat menyekolahkan anaknya, sebutnya di Ternate, Kamis (27/6/2019).

Pemkab Halmahera Barat, kata Bupati Danny Missy, terus meningkatkan infrastruktur sekolah di daerah itu, termasuk pemerataan tenaga guru agar tidak ada alasan anak putus sekolah karena keterbatasan tenaga guru.

Danny Missy mengatakan, Pemkab Halmahera Barat juga memberikan perhatian serius kepada anak-anak di daerah itu yang tamat SMA/SMK namun tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama yang memiliki prestasi.

Salah satu terobosan yang dilakukan Pemkab Halmahera Barat terkait dengan hal itu adalah mengarahkan para tamatan SMA/SMK berprestasi melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Kewirausahaan Pertanian (STKP) Banau di Halmahera Barat, yang biayanya seluruhnya ditanggung pemkab.

Mereka diharapkan setelah menyelesaikan pendidikan di STKP Banau dapat memberi kontribusi bagi pembangunan di Halmahera Barat di antaranya melalui pengembangan usaha di bidang pertanian dengan memanfaatkan potensi usaha pertanian yang melimpah di daerah itu.

“Pemkab Halmahera Barat juga mengupayakan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mendidikan anak-anak tamatan SMA/SMK di daerah itu agar mereka memiliki keterampilan untuk mengembangkan usaha mandiri, sehingga sekaligus dapat mengatasi masalah pengangguran,” katanya.

BLK itu tidak hanya dibangun di ibu kota kabupaten, tetapi juga diupayakan di setiap kecamatan untuk memudahkan tamatan SMA/SMK di setiap kecamatan mengikuti pelatihan BLK setempat. [Ant]

Lihat juga...