hut

Pemerintah Harus Segera Tata Danau Koliheret

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka harus segera melakukan penataan Danau Koliheret yang berada di Desa Watudiran. Danau yang berada di kecamatan Waigete tersebut, merupakan salah satu destinasi wisata alam dan budaya yang bisa mendatangkan pendapatan.

Petrus Pulung, ketua adat sekaligus pemilik lahan di lokasi danau Koliheret desa Watudiran kabupaten Sikka.Ebed de Rosary

“Saya sudah sejak tahun 2.000 mengajukan proposal penataan melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka. Sampai sekarang-pun belum ada jawabannya,” kata Petrus Pulung, pemilik tanah di Danau Koliheret, Minggu (2/6/2019).

Dikatakan Petrus, selaku pemilik tanah dirinya sudah bersedia agar Danau Koliheret segera ditata. Selama ini hanya satu dua orang saja yang datang karena, Danau Koliheret belum dikenal orang. “Danau ini cuma satu-satunya danau di wilayah daratan Kabupaten Sikka. Katanya ada Danau Semparong juga di Pulau Sukun dan itu juga belum dilakukan penataan. Sayang bila aset wisata ini dibiarkan terlantar,” tuturnya.

Petrus mengaku sudah menyampaikan hal tersebut berulang kali kepada pemerintah. Tetapi, hingga kini belum ada tanggapan. Dirinya menyayangkan, karena selaku pemilik lahan dirinya telah bersedia memberikan danau kepada pemerintah untuk ditata. “Kalau ditata maka tentunya akan memberikan pemasukan kepada masyarakat sekitar. Pihak desa juga sudah mengusulkan berulangkali lewat forum Musrembang namun belum juga ada tanggapan,” sesalnya.

Kepala Desa Watudiran, Maxentius Maxmulianus, mengatakan, selain mengusulkan dalam forum Musrembang, pihaknya juga telah menyerahkan proposal kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka. “Kami telah menyerahkannya proposal dari masyarakat kepada Dinas Pariwisata. Memang ada dana desa tetapi tahun 2019 kami angggarkan untuk pelatihan bagi masyarakat dalam melayani wisatawan,” ujarnya.

Dikatakan Maksi, pihaknya memang merencanakan untuk mengembangkan beberapa destiansi wisata di desanya. Untuk itu penguatan kelompok masyarakat penting agar bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik bila ada wisatawan. “Kami memang akan mengembangkan beberapa destinasi seperti pantai leng dan air terjun juga. Makanya kami siapkan dulu kapasitas masyarakat dalam menyambut wisatawan. Untuk tata danau memang butuh biaya besar dan perlu intervensi dari pemerintah kabupaten,” tuturnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengaku telah menemui pemilik lahan di 2018 sebelum dirinya menjabat. Bupati-pun setuju agar danau tersebut dibangun menjadi sebuah destinasi wisata yang bisa dikunjungi masyarakat umum atau wisatawan. “Memang selama ini jarang wisatawan lokal yang datang ke danau ini. Pemerintah akan melakukan perbaikan jalur jalan dari Patiahu menuju Watudiran terlebih dahulu. Kalau akses jalannya sudah bagus maka kita akan lakukan penataan danau tersebut,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!