hut

Pemkot Palembang Targetkan 95 Persen Warga Terjaring JKN-KIS

Ilustrasi - Penyerahan kartu JKN-KIS - Dok CDN

PALEMBANG  – Pemerintah Kota Palembang menargetkan 95 persen warganya menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)  sampai akhir 2019.

“Kami sudah menganggarkan APBD untuk pembayaran iuran kepesertaan KIS agar masyarakat dapat berobat, terutama warga tidak mampu, artinya jika cakupan KIS sudah 95 persen maka pelayanan harus sama,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, Sabtu.

Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Palembang menunjukkan peserta program JKN-KIS di Kota Palembang hingga Juni 2019 sebanyak 1.409.051 orang atau 88,4 persen dari seluruh penduduk. Dengan demikian, dari 1.592.248 penduduk Palembang masih ada 183.197 orang yang belum tercakup dalam program JKN-KIS.

Sementara peserta program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kota Palembang tercatat 61.594 orang dan 20.679 orang di antaranya merupakan peserta penerima bantuan iuran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palembang yang belum terintegrasi dengan program BPJS Kesehatan.

Hingga Juni 2019, baru 47.092 peserta program Jamkesda yang sudah terintegrasi dengan program JKN-KIS. Pemerintah daerah mengupayakan seluruh peserta program Jamkesda selanjutnya bisa menikmati pelayanan JKN-KIS melalui proses integrasi.

“Untuk sementara waktu bagi warga tidak mampu tetap dapat berobat ke puskesmas, Pemkot Palembang sudah menjaminnya, saya juga telah instruksikan ke seluruh puskesmas agar tidak ada lagi pasien ditolak,” kata Fitrianti.

Pasien-pasien yang membutuhkan rujukan bisa dirujuk ke RSUD Bari Palembang.

“RSUD Bari akan melayani karena itu rumah sakit Pemda, tapi kami berharap mulai sekarang masyarakat segera mengurus pembuatan KIS, jangan menunggu sudah sakit baru bergerak buat KIS, adanya KIS juga memudahkan puskesmas atau rumah sakit mengakomodasi pasien,” kata Fitrianti. (Ant)

Lihat juga...