Pemprov Kaltim Salurkan 15 Ton Beras untuk Korban Banjir Samarinda

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur salurkan bantuan berupa beras untuk korban banjir di Kota Samarinda yang terjadi selama sepekan ini. Jumlah beras yang disalurkan sebanyak 10 hingga 15 ton untuk kota Samarinda.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui DPTPH telah menyalurkan 2 ton dari 15 ton beras program CBP Kaltim bagi korban banjir Petumnas Bengkuring dan Solong Durian di Samarinda Utara.

“Untuk Samarinda sekitar 10 hingga 15 ton beras kita salurkan dalam waktu sepuluh hari ini. Selanjutnya, daerah lainnya seperti Paser dan Kutai Kartanegara yang terkena musibah banjir,” ucap Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, H Ibrahim.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kaltim Ibrahim-Foto: Ferry Cahyanti.

Menurutnya, bantuan beras bukan hanya diberikan pada kota Samarinda tetapi juga daerah yang terkena musibah banjir yaitu kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara. Bantuan beras tersebut melalui program cadangan pangan pemerintah (CPP).

“Dari program CPP telah disiapkan 250 ton cadangan beras provinsi (CBP) Kaltim untuk daerah yang terkena bencana. Ada namanya kegiatan cadangan pangan pemerintah untuk masyarakat. Khususnya membantu daerah terkena musibah bencana untuk menanggulangi kebutuhan pangan,” terangnya, Sabtu (15/6/2019).

Pangan atau beras dalam hitungan ratusan ton itu memang disiapkan pemerintah untuk membantu daerah-daerah yang terkena musibah bencana. Dia melanjutkan puluhan ton beras disalurkan untuk daerah terkena bencana guna mengurangi beban pemerintah daerah dan masyarakat atas kekurangan pangan.

“Misalnya, musibah banjir yang saat ini melanda beberapa daerah di Kaltim terlebih Samarinda yang mengakibatkan puluhan ribu jiwa terdampak bencana ini. Untuk Samarinda sekitar 10 hingga 15 ton beras kita salurkan dalam waktu sepuluh hari ini,” sebut Ibrahim.

Diketahui, dalam program dan kegiatan CPP dengan menyalurkan CBP Kaltim hanya berupa beras atau tidak dalam komoditas lain. “Cadangan yang kita miliki beras 250 ton untuk kegiatan CPP. Jadi kami tidak membantu atau menyalurkan komoditas pangan lain selain beras,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kaltim, Fuad Assadin, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UPTD Pusat Pengembangan Koperasi dan UKM (P2KUKM) guna memfasilitasi posko induk terpadu banjir Samarinda.

“Sesuai arahan gubernur, sejak hari pertama banjir melanda Samarinda kita sudah membuka gedung ini untuk posko bantuan maupun pengungsi. Telah ditetapkan sebagai posko induk terpadu oleh Tim Satgas Penanganan Banjir Samarinda. Jadi kita sudah siapkan semuanya, semoga ini dapat bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, bencana banjir Samarinda ditetapkan menjadi status “Tanggap Darurat” selama 7-21 Juni 2019. Berdasarkan data dari Posko Induk Terpadu Banjir Samarinda, per tanggal 12 Juni 2019, sekitar 36.472 jiwa atau 12.366 kepala keluarga yang terdampak banjir.

Tersebar di empat kelurahan di Samarinda Utara, empat kelurahan di Sungai Pinang, dua kelurahan di Samarinda Ulu, satu kelurahan di Samarinda Ilir dan satu kelurahan di Sungai Kunjang.

Lihat juga...