hut

Pemudik Mulai Bergerak Kembali ke Jawa di Hari Idul Fitri

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Di hari H Idul Fitri 1440 Hijriah, (5/6/2019) lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang sempat lengang, kembali ramai lancar.

Pemudik dengan moda transportasi kendaraan roda dua, mobil asal Sumatera terlihat mulai bergerak kembali ke Jawa, melalui pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Pilihan kembali ke pulau Jawa lebih awal, untuk menghindari kemacetan arus balik.

Teguh, salah satu pemudik asal Bandung, Jawa Barat, mengaku sudah mudik ke Lampung sejak Kamis (30/5) lalu. Empat hari berkumpul bersama keluarga di wilayah Lampung Tengah, dimanfaatkan untuk melakukan silaturahmi. Ia juga telah melakukan shalat Ied dan lebaran Idul Fitri bersama keluarga besar istrinya. Pilihan pulang pada Rabu (5/6/2019) bertepatan dengan dengan hari pertama Idul Fitri, dilakukan untuk menghindari kemacetan.

Pasalnya saat arus mudik, seusai keluar dari kapal penyeberangan di Bakauheni, Dia sempat terjebak macet. Kemacetan di gerbang tol Bakauheni Selatan selama hampir satu jam, terjadi saat puncak arus mudik. Pertama kali memanfaatkan fasilitas jalan tol di Sumatera, Dia bisa lebih cepat tiba di Lampung Tengah.

Saat pulang, Dia memilih masuk melalui gerbang tol Terbanggi Besar. “Lalu lintas di jalan lintas Sumatera masih ramai lancar, karena hari raya Idul Fitri namun memasuki jalan tol Sumatera relatif lancar tidak ada antrian kendaraan saat akan melakukan tapping uang elektronik,” terang Teguh saat ditemui Cendana News di loket pembelian tiket kendaraan pelabuhan Bakauheni, Rabu (5/6/2019).

Teguh menyebut, kemacetan di arus mudik tahun ini tidak sepadat tahun lalu. Kekhawatiran terjadinya stagnasi, yang kerap terjadi di pintu masuk loket pembelian tiket kendaraan, kini tidak terjadi lagi. Penambahan loket dari sebelumnya sembilan unit, ikut mengurai kemacetan. Pengoperasian dermaga eksekutif mempercepat waktu perjalanan menjadi 1 jam dari sebelumnya 2,5 jam.

Teguh sempat terkena macet di kota Bandarjaya tahun sebelumnya. Padatnya arus kendaraan akibat belum dioperasikannya jalan tol mulai teratasi pada angkutan mudik tahun ini. Meski demikian, Dia memilih pulang kembali ke Bandung lebih awal. Alasan menghindari kemacetan, sekaligus melanjutkan silaturahmi dengan keluarga di Bandung membuat memilih kembali saat hari H Idul Fitri.

Teguh,salah satu pemudik dengan kendaraan roda empat asal Lampung memilih kembali ke Bandung mengantisipasi kemacetan saat arus balik Idul Fitri 1440 H – Foto Henk Widi

Kembali lebih cepat juga dilakukan Zulhadi, pemudik pemotor asal Serang, Banten. Dia pulang lebih awal, untuk menghindari kemacetan. “Rabu ini lebih lengang, karena masyarakat masih merayakan Idul Fitri ramai lancar tidak harus mengantri lama di loket,” beber Zulhadi.

Pembayaran tiket dengan uang elektronik disebut Zulhadi, mempercepat pelayanan. Menyeberang dengan kapal reguler, KMP Mutiara Persada di dermaga dua, dipastikannya, akan tiba malam hari di Banten. Pada lebaran hari kedua, Dia menyebut masih akan bersilaturahmi dengan keluarga yang ada di Serang. Selain menghindari kemacetan, Dia juga harus kembali bekerja di perusahaan tempatnya bekerja.

Arus balik di hari H Idul Fitri disebut Sugeng Purwono, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, sekaligus kepala posko angkutan lebaran mengatakan, arus penyeberangan masih landai. Kendati demikian, sudah disiapkan antisipasi untuk menghadapi peningkatan penumpang penyeberangan. “Sebagian pemudik yang kembali ke Jawa saat Idul Fitri karena memilih menghindari macet, namun kita siapkan banyak loket,” terang Sugeng Purwono.

Sugeng Purwono menyebut, saat arus balik akan lebih lancar karena jumlah loket diperbanyak. Loket tiket kendaraan roda empat saat arus balik disiapkan sebanyak 19 unit, penumpang pejalan kaki sebanyak 17 loket dan kendaraan roda dua sebanyak 15 loket. Skenario mengatasi kemacetan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, dilakukan dengan menambah loket portable. Hingga hari H Idul Fitri, pelayanan masih berjalan normal.

Memasuki Rabu (5/6/2019) data posko angkutan lebaran mencatat pelabuhan Bakauheni menyeberangkan sebanyak 21.573 penumpang. Jumlah tersebut meliputi 19.633 penumpang dalam kendaraan, 1.940 penumpang pejalan kaki. Kendaraan roda dua menyeberang ke pulau Jawa berjumlah 844 unit dan kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 2.707 unit.

Lihat juga...