hut

Pengajuan Pinjaman di Posdaya Banyak, Tabur Puja Berupaya Selektif

Editor: Mahadeva

Pengawas Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang Zasmeli Suhaemi/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Pengajuan pinjaman modal usaha ke Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) di unit usaha Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat cukup banyak.

Hal tersebut mendorong Tabur Puja harus selektif dan cukup teliti untuk menentukan pemenuhan pengajuan pinjaman yang masuk ke Asisten Kredit (AK), di masing-masing Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya).

Pengawas KSU Derami Padang, Zasmeli Suhaemi, mengatakan, kini Tabur Puja cukup selektif memproses setiap pengajuan yang masuk. Tujuannya, agar pinjaman yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak berpotensi terjadi tunggakan kredit.

Meski Tabur Puja menargetkan bisa emberi pinjaman modal usaha kepada keluarga pra sejahtera. Hal itu, tidak membuat manajemen Tabur Puja melakukan sikap sapu rata kepada setiap pengajuan pinjaman modal usaha. Saat ini trend yang muncul, adalah pengajuan dari anggota baru, dan bukan pengajuan anggota lama. Sementara, pengajuan dari anggota baru, dinilai cukup berisiko jika dipenuhi sepenuhnya.

“Bagi saya selaku pengawas di KSU Derami Padang ini, ya silakan saja jika mereka memberlakukan hal yang demikian. Karena memang upaya itu dilakukan supaya tidak terjadi tunggakan kredit. Intinya, jangan sampai menolak setiap pengajuan yang masuk, mana tahu ada keluarga pra sejahtera yang mengajukan pinjaman, benar-benar berharap untuk membuka usaha baru,” tandasnya, Rabu (26/06/2019).

Menurutnya, Tabur Puja perlu lebih cepat lagi bergerak, untuk membantu keluarga pra sejahtera. AK ataupun pengurus Posdaya, tidak boleh hanya duduk diam. Mereka harus merangkul masyarakat disekitarnya.

Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan survei ke setiap pengajuan pinjaman. Mengantisipasi tunggakan kredit, perlu ada upaya lebih selektif lagi dari AK, saat menanggapi pengajuan pinjaman.

Survei yang dilakukan, dengan melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat yang mengajukan pinjaman modal usaha. Selanjutnya, mengetahui persoalan hitung piutang masyarakat dengan mengetahui pengeluaran yang dilakukan setiap harinya. “Kalau masyarakatnya lagi banyak hutang dan pengeluaran yang masih besar. Maka tidak memungkinkan juga bagi Tabur Puja untuk memberikan pinjaman. Tapi, apabila dilihat akan aman-aman saja, barulah bisa diberikan pinjaman,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan, agar tujuan dari Tabur Puja untuk memudahkan dalam menjalani usaha, tidak malah mempersulit masyarakat menjalani hidupnya. Pada intinya, KSU Derami Padang hadir dengan unit usaha Tabur Puja untuk membantu keluarga kurang mampu. Bantuan modal usaha diberikan untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Selama ini, keluarga kurang mampu terkendala dalam agunan, untuk mendapatkan pinjaman. Dan Tabur Puja tidak menerapkan agunan.

Mengenai kredit macet. Margono Okta menyebut, hal tersebut tidak terlepas dari karakter masyarakat di Padang. Masyarakatnya hampir sebagian besar jujur dalam melakukan pembayaran pinjaman.

“Saya dengar ada oknum yang melakukan pemalsuan tanda tangan. Untuk hal itu, siapa yg menanda tangani, dia-lah yang harus bertanggung jawab. Karena AK akan sulit juga mendeteksi kelompok yang mengajukan pinjaman itu, benar atau malah bohong,” tandasnya.

Untuk memastikan melanjutkan pinjaman ke tingkat selanjutnya. AK perlu berkaca kepada kondisi peminjaman modal usaha yang lalu. Apabila aman-aman saja, maka berkemungkinan besar pinjaman tetap diberikan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!