Pengunjung Lokawisata Baturaden Keluhkan Tarif Parkir Mahal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Setiap kali memasuki momen Lebaran, para pengunjung di kawasan Lokawisata Baturaden selalu mengeluhkan tarif parkir yang mahal. Sudah berulang kali, namun sampai sekarang belum ada solusi konkrit supaya kenaikan tarif parkir tidak lagi liar.

Kenaikan tarif parkir ini terjadi mulai minggu kedua bulan puasa dan berlanjut hingga ke masa libur Lebaran.

Sesuai perda, untuk kawasan Lokawisata Baturaden tarif parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000. Namun, pada libur Lebaran ini, tarif parkir sepeda motor naik menjadi Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000.

Salah satu pengunjung Lokawisata Baturaden, Saladin Ayyubi. Foto: Hermiana E. Effendi

“Parkirnya mahal dan tidak diberi karcis parkir lagi, artinya kan itu ilegal, tetapi tidak ada petugas yang menertibkan dan ini selalu terjadi pada momen Lebaran,” tutur salah satu pengunjung, Saladin Ayyubi, Sabtu (8/6/2019).

Saladin mengatakan, kenaikan tarif parkir ini selalu terjadi pada libur Lebaran.

Tahun lalu, ia juga mengalami hal serupa dan sangat menyesalkan, karena tidak ada solusi yang diberikan Pemkab Banyumas ataupun pengelola wisata setempat.

Sejak hari pertama Lebaran hingga sekarang, pengunjung Lokawisata Baturaden membludak. Tak hanya tarif parkir yang dikeluhkan, tetapi sulitnya mencari lokasi parkir juga dialami para pengunjung. Sementara kemacetan panjang juga terjadi sepanjang jalur di sekitar Baturaden, sehingga diberlakukan satu arah untuk jalan naik dan turun.

Menanggapi keluhan para pengunjung tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asiz Kusumandani, mengatakan, kenaikan tarif parkir yang tidak sesuai perda terjadi pada zona-zona parkir yang di luar kewenangan Dinporabudpar.

Menurutnya, saat libur Lebaran, kunjungan meningkat dratis, sehingga banyak dibuka lahan-lahan parkir dadakan oleh warga setempat. Dan pengelolaanya juga dilakukan warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Baturaden.

“Lokasi parkir yang masuk dalam pengelolaan kita yaitu yang berada di parkir bawah dan Bukit Bintang. Namun, kita sudah mengimbau kepada warga sekitar, agar mematuhi ketentuan perda dalam menentukan tarif parkir,” jelasnya.

Menanggapi banyaknya keluhan pengunjung tersebut, mulai hari ini Dinporabudpar bekerjasama dengan Dinas Pehubungan, Polsek Baturaden dan Muspika akan mulai menempatkan petugas pada beberapa lokasi parkir guna memantau tarif parkir.

Namun, lanjut Asiz, lokasi parkir baru yang muncul sangat banyak, sementara petugas juga harus berkonsentrasi kepada titik-titik kemacetan dan hal-hal lainnya.

“Tetapi kita upayakan semaksimal mungkin untuk menertibkan tarif parkir, karena sudah menyalahi perda,” tegasnya.

 

Lihat juga...