hut

Penumpang Kapal ke Jawa di Bakauheni Meningkat

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Jumlah penumpang kapal penyeberangan di pelabuhan Bakauheni pada angkutan lebaran tahun ini meningkat. Sesuai data, tercatat ada 1.153.389 penumpang yang menyeberang menggunakan kapal dari Bakauheni menuju Merak.

Jumlah tersebut terhitung selama dua pekan angkutan lebaran Idul Fitri 1440 H, mulai 29 Mei hingga 12 Juni 2019. Sugeng Purwono, Manager Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut, penumpang sebanyak 1,1 juta lebih tersebut merupakan gabungan antara pejalan kaki dan penumpang berkendaraan.

Jumlah tersebut meliputi, 151.478 pejalan kaki dan 1.001.911 penumpang dalam kendaraan. Selain penumpang pejalan kaki, selama angkutan mudik lebaran telah diseberangkan sebanyak 80.754 unit kendaraan roda dua, 132.867 unit kendaraan roda empat. 7.060 unit bus, 9.931 unit truk dan kendaraan besar.

Petugas menyerahkan tiket yang sudah dibeli kepada penumpang dengan sistem barcode – Foto Henk Widi

Melihat data di 2018, Sugeng menyebut terjadi kenaikan jumlah penumpang naik kapal di Bakauheni. Pada periode yang sama, penumpang menyeberang lalui Bakauheni hanya 1.014.769 orang.

“Total data angkutan lebaran dihitung sejak arus mudik dan arus balik, sehingga bisa dilihat perbandingan angleb (Angkutan Lebaran) tahun lalu dan tahun ini yang rata rata meningkat,” tandas Sugeng Purwono kepada Cendana News, Kamis (13/6/2019).

Tahun ini, jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang ada 132.867 unit. Meningkat 113,8 persen bila dibandingkan kondisi di tahun lalu. Untuk bus yang menyeberang melalui Bakauheni, tahun lalu ada 6.160 unit, dan tahun ini mencapai 7.060 unit. Kenaikan jumlah bus menyeberang disebabkan program mudik gratis menggunakan bus.

Mengoperasikan sekira 30 hingga 34 kapal, perjalanan kapal di tahun lalu ada 1.964 trip. Tahun ini justru hanya mencapai 1.633 trip. Peningkatan jumlah penumpang pengguna transportasi darat, laut salah satunya diakibatkan tiket moda transportasi udara yang mahal.

Kemudian, lancarnya arus jalan tol, dan banyaknya berbagai perusahaan menyediakan program mudik gratis. Percepatan waktu tempuh kapal (sailing time) dan waktu bongkar muat (port time), serta adanya dermaga eksekutif di Bakauheni juga memicu kenaikan jumlah penumpang.

Hingga berakhirnya posko angkutan lebaran 2019, Sugeng Purwono menyebut, pelayanan di pelabuhan Bakauheni berjalan normal. Penumpang yang sudah kembali ke Jawa tercatat sudah mencapai 80 hingga 90 persen.

Kendati demikian, dermaga dengan kapal yang tersedia meliputi dermaga reguler 1, 2, 3, 5, 6 serta dermaga 7 eksekutif, terlihat masih padat. Area parkir Pelabuhan Bakauheni, masih dipadati kendaraan yang akan menyeberang. Truk non sembako yang saat sempat dilarang menyeberang, mulai terlihat memadati dermaga.

Lihat juga...