hut

Penumpang Kapal Pelni Turun di Maumere Baru 5.500 Orang

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Jumlah penumpang yang mudik Lebaran dengan kapal laut milik PT.Pelni, sejak H-15 hingga H-2, yang turun di pelabuhan Laurens Say, Maumere, belum begitu banyak. Total penumpang yang datang baru mencapai 5.500 orang, sementara penumpang yang berangkat mencapai 2.500 orang.

“Penumpangnya memang belum banyak yang tiba. Tadi KM Bukit Siguntang penumpang yang turun hanya 1.457 orang saja. Penumpang yang berangkat ke Lewoleba dan Kupang hanya 175 orang,” ungkap Samto, pegawai PT. Pelni cabang Maumere, Senin (3/6/2019).

Samto, pegawai PT. Pelni cabang Maumere. -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Samto,rata-rata penumpang yang datang berasal dari Sulawesi Selatan dan pulau Jawa. Penumpang yang berangkat pun dengan tujuan yang sama. Kebanyakan penumpang yang mudik merupakan mahasiswa yang berkuliah di luar daerah.

“Kemungkinan penumpang banyak setelah Lebaran nanti. Hari ini KM Bukit Siguntang menuju Lembata dan Kupang, sementara tanggal 5 Juni nanti dari Maumere menuju Makasar,” terangnya.

Untuk tanggal 7 Juni nanti, kata Samto, ada KM Umsini dari Surabaya akan tiba di Maumere dan tanggal 9 akan bertolak ke Surabaya. Untuk pulau Flores, ada 4 kapal Pelni yang melayani rute ini, termasuk angkutan Lebaran, yakni KM Bukit Siguntang, Lambelu, Sirimau dan Umsini.

“Saya imbau supaya ada kenyamanan di atas kapal, para calon penumpang yang belum membeli tiket segera beli tiket. Dengan demikian, kami bisa mengetahui persis berapa jumlah penumpangnya,” himbaunya.

Nantinya, tegas Samto, akan ada pembatasan penumpang kapal Pelni sesuai ketentuan dari Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI. Biasanya, ada penambahan jumlah penumpang tidak bisa lebih dari 64 persen.

“Misalnya seperti KM Bukit Siguntang, kapasitas 3.300 penumpang sehingga penambahannya maksimal 1.900 orang. Kapal yang lainnya pun jumlah penambahannya sama,” jelasnya.

Samto kembali mengimbau calon penumpang, agar segera membeli tiket. Jangan sampai nanti kapal berangkat kondisi kapal kosong. Sementara ada jadwal yang jumlah penumpangnya melebihi kapasitas. Ini untuk mencegah penumpang mengamuk  saat ada pembatasan.

Siti Nuriyah, salah seorang pemudik asal Ende, mengaku tiba dari Makassar dan hendak mudik di kampung halamannya bersama suami dan anak-anaknya.

Dirinya mengaku menumpang kapal Pelni jauh lebih murah daripada naik pesawat.

“Selain harga tiketnya murah, kondisi kapal Pelni pun saat ini jauh lebih baik. Kapalnya bersih dan penumpang mendapatkan tempat tidur sesuai nomor yang tertera di tiket yang dibeli,” sebutnya.

Siti mengaku akan berlibur selama dua minggu di kampung halamannya, dan akan kembai ke Makassar pada 13 Juni nanti dari Maumere. Penumpang kapal pun tidak terlalu membludak, sehingga kondisinya pun lebih nyaman.

“Kita tidak perlu lagi berdesak-desakan dan berebutan naik ke kapal, agar bisa mendapatkan tempat tidur. Saat ini, semua nomor tempat tidur sudah tertera di tiket. Selain itu, di setiap tempat tidur juga ada kipas nagin dan listrik untuk mengisi batre telepon genggam,” pungkasnya.

Lihat juga...