hut

Penumpang Mudik di Bandara Kaltim, Turun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – PT Angkasa Pura I Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencatat jumlah pemudik yang menggunakan transportasi udara melalui Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan sebesar 17,76 persen, apabila dibandingkan tahun 2018. Penurunan itu tercatat sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2019.

Dari penurunan tersebut, tercatat terjadi penurunan melalui bandara SAMS sebesar 32 persen apabila dibandingkan tahun 2018. Jumlah penumpang terbagi ke bandara APT Pranoto sebesar 21,61 persen.

“Kita memang asumsi terjadi penurunan, tetapi lebih kecil jika dari perkiraan. Itu karena Lion membuka layanan penerbangan ke Semarang dan Yogyakarta sehingga terkerek naik. Jadi menaikkan angka perkiraan yang sebelumnya,” kata GM Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Farid Indra Nugraha, Sabtu (8/6/2019).

Penurunan terjadi disebabkan harga tiket yang masih tinggi sehingga pemudik memilih moda transportasi laut. “Kalau dilihat pergerakan penumpang itu tidak bergerak, hanya terbagi dari bandara di Balikpapan dengan Samarinda,” ungkapnya.

GM Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Farid Indra Nugraha, bersama Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti – Foto: Ferry Cahyanti

Pada kesempatan itu Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Bangunsih Pramesti, melakukan peninjauan sejumlah bandara di Kalimantan termasuk Balikpapan dan APT Pranoto, Kaltim pada hari ini (8/6). Dirjen meninjau langsung Posko lebaran dan ruang Airport Operation Control Center (AOCC).

Polana menjelaskan sebagian besar terjadi penurunan penumpang mudik di bandara termasuk di Balikpapan.

“Paling turun itu ada di Solo dan Semarang. Dari analisis saya karena banyak gunakan jalur darat karena dekat,” ucapnya didampingi GM AirNav Balikpapan Ratna dan Plt Otoritas Bandara Wilayah VI Handoko saat berada di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Menurutnya, dari pantauan data yang diterima rata-rata angkutan mudik melalui udara turun. Namun ada juga yang mengalami kenaikan.

“Ada juga bandara yang positif naik seperti Sorong naik 20 persen, DNA Bali juga bagus,” sebut Polana.

Dia menyebutkan penurunan pemudik transportasi udara itu saat ini masih dianalisa penyebabnya. “Kami masih analisa penyebabnya, karena tarif batas atas juga sudah diturunkan. Kalau analisa saya pribadi kemungkinan karena tidak berbarengan dengan libur sekolah sehingga perjalanan terbagi dua,” tandasnya.

Sementara itu, puncak arus balik melalui bandara SAMS Sepinggan Balikpapan pada hari ini dan H+5 besok (9/6). Dari pantauan terlihat bandara sudah dipadati penumpang arus balik.

Lihat juga...