hut

Petani Manado Keluhkan Merosotnya Harga Jual Kopra

Ilustrasi [CDN]

MANADO – Harga kopra di sentra perdagangan Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terus mengalami penurunan usai Lebaran 2019.

“Saat ini harga kopra di Sulut turun menjadi Rp4.200 per kilogram, dari sebelumnya pernah mencapai Rp7 ribu per kg, turun lagi menjadi Rp5 ribu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Hanny Wajong, di Manado, Jumat (14/6/2019).

Hanny mengatakan, turunnya harga kopra karena biasanya mengikuti harga minyak dunia. “Kopra merupakan barang bebas, dan tidak bisa diintervensi sehingga selalu mengikuti perkembangan minyak mentah dunia,” kata Hanny.

Sementara itu, sejumlah petani menyesalkan harga kopra yang terus mengalami penurunan setelah lebaran.

“Harga kopra sebesar Rp4.200 per kilogram, membuat sebagian besar petani kelapa tidak melakukan aktivitas, karena tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan,” kata Albert T, petani kelapa asal Minahasa.

Albert mengatakan, pihaknya berharap pemerintah mengambil langkah cepat, agar petani kelapa tidak jatuh miskin, akibat harga kopra yang anjlok.

Petani, katanya, akan beralih profesi jika harga kopra semakin terpuruk jauh, karena mereka tidak akan bisa memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi harga kebutuhan pokok masih dirasa cukup mahal.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sulut, Ivanry Matu, mengatakan, sentuhan teknologi pada produk turunan kelapa akan meningkatkan daya beli kopra di Provinsi Sulut.

Dia mengatakan, harus ada strategi penerapan teknologi pengolahan kelapa untuk semua produk turunannya. Tetapi, harus diimbangi juga dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan akses pasar.

Harus diakui, katanya, saat ini yang menjadi andalan hanya daging kelapa yang dibuat kopra. “Jika ada sentuhan teknologi di dalamnya, pasti akan lebih berdaya saing,” katanya.

Dia mengatakan, anjloknya harga kopra di sentra perdagangan Sulut yang mencapai Rp4 ribu per kilogram, sangat menghantam tingkat kesejahteraan petani kelapa.

“Saya juga merasakannya, karena saya sebagai anak petani kelapa,” katanya.

Selama ini, katanya, upaya yang dilakukan pemerintah sudah banyak, namun yang perlu diubah, yakni pola pikir petani kelapa, sehingga bukan hanya menghasilkan kopra saja, tapi turunan yang lain juga. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com