Petani Sawit Percepat Panen Sebelum Lebaran

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Proses pemanenan tandan segar buah sawit (TBS) milik petani di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dipercepat.  Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerugian lebih banyak dampak kerontokan buah akibat terlalu matang.

Danan, pemilik dua hektare kebun sawit sekaligus pengepul menyebutkan, pada kondisi normal, TBS sawit yang rutin berbuah bisa dipanen dua pekan sekali. Faktor mendekati hari raya Idul Fitri sekaligus menjadi alasan petani mempercepat pemanenan. Selain itu sejumlah pabrik pengolahan minyak sawit akan tutup satu hari sebelum lebaran Idul Fitri 1440 H/2019.

“Proses bongkar muat masih bisa dilakukan dua hari sebelum libur lebaran meski tandan segar buah sawit disimpan pada gudang untuk bisa diolah setelah lebaran,” terang Danan saat ditemui Cendana News, Senin (3/6/2019).

Ia memastikan sejumlah tanaman sawit dibeli dengan harga mulai Rp1.000 sesuai dengan kualitas sawit yang dihasilkan.

Selain Danan, pengepul sawit asal Lampung Tengah bernama Nizar mengaku pemanenan dipercepat jelang Idul Fitri. Pengiriman dan pembongkaran  bisa dipercepat meski proses pengolahan akan dilakukan setelah Idul Fitri.

“Petani yang menjual sawit bisa mendapatkan hasil untuk digunakan pada hari raya Idul Fitri mendatang,”terang Nizar.

Pada musim panen awal Mei hingga Juni ia menyebut produksi sawit menurun imbas kemarau. Buah yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan musim penghujan. Pada musim penghujan dalam satu hektare bisa dihasilkan sebanyak 4 ton TBS sawit namun kini hanya dihasilkan 2 ton TBS sawit.

Meski produksi menurun sejumlah petani masih memperoleh keuntungan dari harga yang membaik dari sebelumnya Rp600 menjadi Rp1.000 per kilogram.

Lihat juga...